Jakarta: Petugas kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengintensifkan edukasi serta pembagian perlengkapan kesehatan kepada calon jamaah haji (calhaj) Indonesia. Hal itu dilakukan untuk menghadapi cuaca panas ekstrem di Tanah Suci.
Di tengah aktivitas ibadah yang padat, para petugas secara aktif memberikan edukasi langsung kepada jamaah, khususnya terkait pencegahan dampak cuaca panas seperti dehidrasi dan kelelahan akibat paparan sinar matahari.
“Suhu di Madinah ini kan kurang lebih 34 sampai 35 (derajat celcius), jadi panas ya," kata petugas kesehatan PPIH Madinah, Siti Ratna, dikutip dari Antara, Sabtu, 25 April 2026.
Siti menyampaikan, salah satu imbauan yang disampaikan yaitu meminta calhaj menggunakan masker pada siang hari. “Imbauan untuk jamaah haji Indonesia agar menggunakan APD, masker, alat penyemprot wajah, dan sandal,” ungkap Siti.
Baca Juga :
Momen Marbot Masjid tak Kuasa Tahan Haru Saat Tiba di Tanah SuciSelain memberikan edukasi, petugas membagikan masker dan oralit kepada jamaah sebagai langkah pencegahan. Masker digunakan untuk melindungi dari debu dan udara panas, sementara oralit membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Ilustrasi haji. Foto: Istimewa.
Pembagian perlengkapan kesehatan tersebut dilakukan di sejumlah titik strategis, terutama di kawasan Masjid Nabawi yang menjadi pusat kegiatan ibadah jemaah.
Melalui upaya ini, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman dan nyaman, serta terhindar dari risiko gangguan kesehatan di tengah kondisi cuaca ekstrem.




