HARIAN FAJAR, MAKASSAR — Di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil di papan klasemen Super League musim 2025/2026, PSM Makassar kembali menaruh harapan pada tangan-tangan muda. Klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu kini dipimpin dua legenda putra daerah: Ahmad Amiruddin dan Zulkifli Syukur.
Situasi yang mereka hadapi tidak ringan. PSM masih berjuang menjauh dari zona berbahaya klasemen. Namun secercah optimisme mulai muncul setelah Juku Eja mampu mencuri satu poin dari markas Malut United FC dalam laga dramatis yang berakhir 3–3.
Hasil tersebut memang belum sepenuhnya mengubah posisi PSM di klasemen, tetapi setidaknya memberi sinyal bahwa tim masih memiliki daya juang.
Di tengah fase penuh tekanan ini, suara dukungan datang dari salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah klub: Syamsuddin Umar.
Keyakinan pada Pelatih Putra Daerah
Jika Ingin Aman dari Degradasi, PSM Makassar Wajib Kalahkan Persis Solo dan Madura United
Syamsuddin Umar, mantan pelatih yang pernah membawa PSM meraih kejayaan di dua era berbeda, menilai kehadiran Ahmad Amiruddin dan Zulkifli Syukur justru bisa menjadi kekuatan tersendiri bagi tim.
Menurutnya, kedua pelatih muda itu bukan figur yang datang tanpa pengalaman.
Ahmad Amiruddin pernah terlibat dalam staf kepelatihan Borneo FC Samarinda, sementara Zulkifli Syukur memiliki pengalaman panjang sebagai pemain profesional, termasuk bersama Timnas Indonesia.
Pengalaman tersebut dianggap cukup untuk menjadi modal menghadapi situasi sulit yang tengah dialami PSM.
Namun, bagi Syamsuddin, faktor paling penting bukan hanya pengalaman teknis. Ada hal lain yang menurutnya jauh lebih mendasar: identitas sebagai putra daerah. ($)





