Caracas: Presiden Kolombia Gustavo Petro tiba di Caracas, Venezuela, pada Jumat waktu setempat dalam kunjungan resmi yang menandai momentum penting dalam hubungan kedua negara.
Kunjungan ini menjadikan Petro sebagai kepala negara asing pertama yang mengunjungi Venezuela sejak operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari 2026 yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro.
Petro disambut oleh Presiden sementara Venezuela Delcy Rodriguez di Istana Kepresidenan Miraflores. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memulihkan stabilitas kawasan, terutama di wilayah perbatasan kedua negara yang membentang hampir 2.000 kilometer.
Sebelumnya, Petro sempat mengkritik keras operasi militer AS tersebut dan menyebut penahanan Maduro sebagai tindakan yang melanggar kedaulatan Venezuela.
Dalam pertemuan kali ini, isu keamanan perbatasan menjadi agenda utama. Kedua negara sepakat memperkuat kerja sama untuk memberantas jaringan perdagangan narkoba serta meningkatkan koordinasi intelijen.
Menurut Rodriguez, Kolombia dan Venezuela akan segera menyusun mekanisme berbagi intelijen dan rencana operasi bersama untuk menekan aktivitas kejahatan lintas batas.
“Kelompok perdagangan narkoba harus tahu bahwa kami mengambil langkah tegas. Kami akan membangun mekanisme intelijen bersama,” ujarnya, seperti dikutip Anadolu Agency, Sabtu, 25 April 2026. Kerja Sama Kolombia dan Venezuela Selain isu keamanan, kedua negara juga memperluas kerja sama ekonomi melalui pertemuan Komisi Bertetangga Kolombia-Venezuela. Sejumlah kesepakatan dicapai di sektor energi, kesehatan, dan lingkungan.
Kedua pihak juga mendorong konsep kemandirian ekonomi kawasan melalui kebijakan substitusi impor, yakni saling memenuhi kebutuhan produk domestik tanpa bergantung pada pasar luar.
Rodriguez menegaskan bahwa kerja sama ini mencerminkan hubungan historis kedua negara yang erat.
“Tidak masuk akal bagi Kolombia dan Venezuela mencari peluang di luar, padahal kita bisa mencapainya bersama,” ujarnya.
Kunjungan Petro dinilai sebagai dukungan diplomatik penting bagi pemerintahan sementara Venezuela, yang tengah menghadapi tekanan internasional pasca-penangkapan Maduro oleh AS.
Baca juga: Masa Jabatan Interim Habis, Delcy Rodriguez Masih Menjabat Presiden Venezuela




