Trump sebut Kini Pimpinan Politik Iran Mulai Terpecah

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim kepemimpinan Iran saat ini tengah dilanda kebingungan dan perpecahan internal yang parah antara kubu konservatif dan moderat.

Namun, berbagai sumber intelijen dan pejabat keamanan membeberkan fakta yang berbeda, tulis laporan dari ABCNews.

Selama sepekan terakhir, Trump berulang kali menyebut adanya faksi-faksi yang saling bertikai di pucuk pimpinan Iran untuk menjelaskan lambatnya progres negosiasi.

Namun, penelusuran ABC News yang melibatkan sejumlah sumber keamanan dan mantan kepala divisi Iran di Divisi Riset dan Analisis (RAD) intelijen pertahanan Israel, melukiskan gambaran yang jauh berbeda.

Konsensus dari para pejabat keamanan menyatakan bahwa tidak ada perpecahan yang besar antar faksi di dalam rezim.

Baca Juga: Iran Kirim Sinyal Keras ke Amerika: Siap Perang atau Damai dengan Syarat

"Mungkin ada perbedaan penekanan dan pendekatan di dalam sistem Iran, tapi tidak ada bukti nyata adanya keretakan di tingkat pengambilan keputusan inti," ungkap seorang sumber yang memahami laporan intelijen tersebut.

Alih-alih terpecah, Iran kini semakin termiliterisasi dan berada di bawah cengkeraman ketat Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) atau pasukan yang didirikan pada 1979 oleh Ayatollah Ruhollah Khomeini.

Berbeda dengan situasi sebelum perang, sistem pengambilan keputusan di Iran kini tidak lagi terpusat pada Pemimpin Tertinggi.

Hal ini terjadi karena Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei yang menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, usai tewas dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari lalu kini tengah bersembunyi dan sangat sulit dihubungi.

Kondisi tersebut membuat pengambilan keputusan berjalan lambat. Sejumlah sumber keamanan menyebutkan bahwa Iran kini dijalankan dengan sistem bergaya politbiro.

Menariknya, seluruh tokoh kunci di dalam sistem baru ini disatukan oleh satu benang merah: IRGC.

  • Mojtaba Khamenei: Pemimpin Tertinggi yang juga veteran IRGC pada Perang Iran-Irak.
  • Brigjen Ahmad Vahidi: Panglima IRGC.
  • Jenderal Mohammad Bagher Zolghadr: Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi dan mantan Wakil Panglima IRGC.
  • Jenderal Yahya Rahim Safavi: Penasihat militer Mojtaba (sebelumnya menjabat posisi yang sama untuk Ali Khamenei) dan mantan Panglima IRGC.
  • Mohammad Bagher Ghalibaf: Ketua Parlemen, kepala negosiator, dan mantan Panglima IRGC.

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Ungkap Penyebab Dua Dirjen Kemenkeu Dicopot: Konflik Internal
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
TKA SD 2026 Tetap Lancar di Tengah Berbagai Tantangan
• 6 jam lalutvrinews.com
thumb
Viral! Pencarian Link Video Vell TikTok Blunder 8 Menit Bikin Heboh, Netizen Ungkap Fakta Mengejutkan
• 6 jam laluharianfajar
thumb
BRI Super League: Pembuktian Milos Raickovic, Jadi Bintang Kemenangan Persebaya di Markas Malut United
• 19 menit lalubola.com
thumb
Pemulangan Jenazah Praka Rico dari Lebanon ke Indonesia Masih Diproses
• 1 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.