NEW YORK, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengungkapkan kesedihannya setelah mengetahui Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas sebagai anggota pasukan penjaga perdamaian di Lebanon bersama UNIFIL, gugur.
Praka Rico gugur setelah sempat dirawat karena luka serius akibat ledakan proyektil di markas UNIFIL, akhir Maret lalu.
Menurut UNIFIL, Praka Rico (31) mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr di Lebanon bagian selatan pada 29 Maret 2026 malam. Prajurit TNI itu akhirnya meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Beirut, Lebanon.
Hasil penyelidikan awal UNIFIL mengindikasikan proyektil tersebut ditembakkan tank Merkava Israel.
Kementerian Pertahanan RI mengumumkan gugurnya Praka Rico pada Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: PBB Berduka atas Gugurnya Praka Rico Pramudia, Korban Serangan Israel di Lebanon
“Saya sedih mengetahui bahwa satu lagi anggota pasukan penjaga perdamaian UNIFIL Indonesia telah meninggal karena luka-lukanya setelah sebuah insiden pada bulan Maret, ketika sebuah peluru yang ditembakkan dari tank Pasukan Pertahanan Israel menghantam posisi UNIFIL di Lebanon selatan,” tulis Guterres lewat akun Instagram resminya, @antonioguterres, Sabtu (25/4/2026).
Ia pun mengungkapkan duka citanya yang terdalam untuk keluarga, teman, dan kolega dari para anggota pasukan penjaga perdamaian yang gugur.
Guterres juga mengharapkan bagi mereka yang terluka bisa segera pulih sepenuhnya.
“Enam anggota pasukan penjaga perdamaian yang bertugas dengan UNIFIL telah tewas dan beberapa lainnya terluka parah setelah insiden-insiden baru-baru ini di tengah permusuhan antara Hizbullah dan Pasukan Pertahanan Israel,” tuturnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- sekjen pbb
- antonio guterres
- unifil
- Rico Pramudia
- Israel
- prajurit TNI gugur di Lebanon





:strip_icc()/kly-media-production/medias/5559104/original/078871100_1776515746-IMG_20260418_190438.jpg.jpeg)