Jakarta, VIVA – Perubahan peta produk di industri otomotif nasional kembali terlihat dari data produksi kendaraan tahun 2026. Salah satu yang cukup mencolok datang dari Honda Prospect Motor dengan sejumlah model yang tidak lagi muncul dalam catatan produksi.
Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai arah strategi manufaktur yang sedang dijalankan. Pasalnya, beberapa model yang sebelumnya masih diproduksi kini tidak lagi tercatat di lini perakitan domestik.
Berdasarkan pantauan VIVA Otomotif di data Gaikindo, Sabtu 25 April 2026, salah satu yang paling terlihat adalah absennya Honda City Hatchback RS dari data 2026. Pada tahun sebelumnya, model ini masih diproduksi meski volumenya tidak besar, namun kini tidak lagi muncul sama sekali.
Selain itu, nama Honda Mobilio juga semakin menguat statusnya sebagai model yang telah dihentikan. Meski produksinya sudah lama menurun, sebelumnya model ini masih tercantum dalam daftar, berbeda dengan kondisi terbaru.
Perubahan juga terjadi di lini SUV, khususnya pada Honda HR-V yang mengalami penyederhanaan varian produksi. Beberapa tipe seperti SE, E, hingga varian bensin non-hybrid tidak lagi terlihat dalam data tahun ini.
Kini, HR-V hanya menyisakan varian tertentu seperti E+ dan RS e:HEV yang diproduksi secara aktif. Langkah ini mencerminkan kecenderungan menuju elektrifikasi sekaligus efisiensi dalam proses produksi.
Hal serupa juga tampak pada Honda BR-V yang kehilangan beberapa varian di lini produksi. Versi fleet hingga tipe tertentu yang sebelumnya dirakit kini tidak lagi tercatat.
Di segmen city car, Honda Brio juga mengalami perubahan signifikan. Varian RS tidak ada dalam data produksi, sementara pilihan transmisi manual di lini Satya terlihat semakin terbatas.
Sementara itu, Honda WR-V masih bertahan dalam produksi namun dengan komposisi varian yang lebih sederhana. Beberapa pilihan yang sempat dirakit sebelumnya kini tidak lagi muncul.
Jika ditarik lebih luas, perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran strategi dari sisi manufaktur. Penyederhanaan varian hingga penghentian produksi model tertentu bisa menjadi bagian dari upaya efisiensi pabrik.
Kondisi tersebut juga mengindikasikan bahwa produsen mulai lebih selektif dalam menentukan model yang diproduksi lokal. Fokus kini tampaknya mengarah pada kendaraan dengan potensi volume lebih stabil serta kesiapan menuju era elektrifikasi.





