Lubuk Basung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyiapkan lahan alternatif untuk pembangunan hunian tetap yang masih membutuhkan lahan seluas 3,5 hektare untuk korban bencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu pada akhir 2025.
"Lahan alternatif seluas 3,5 hektare itu sedang kita carikan," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia mengatakan saat ini ada dua lokasi alternatif, yakni lokasi hunian sementara Kayu Pasak di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dan bekas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari di Kecamatan Lubuk Basung.
Setelah itu akan melakukan pengadaan lahan untuk kekurangan tersebut.
Baca juga: Pemerintah percepat pembangunan 28.972 huntap di Aceh, Sumut, Sumbar
"Kita berusaha semaksimal mungkin agar kekurangan tersebut bisa dicukupi," katanya.
Ia menambahkan kebutuhan lahan pembangunan 699 unit rumah seluas 10 hektare untuk hunian tetap bagi korban yang memilih relokasi kolektif.
Dari kebutuhan 10 hektare tersebut, baru tersedia 6,5 hektare di tiga lokasi, yakni di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya dengan luas efektif 4,5 hektare.
Setelah itu lahan Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan dengan luas 1,1 hektare, dan di Padang Tarok, Nagari Selareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan dengan luas satu hektare.
"Tiga lokasi ini sudah siap dibangun hunian tetap bagi korban bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir," katanya.
Baca juga: Pemkab Nagan Raya percepat persiapan lahan huntap untuk korban banjir
"Lahan alternatif seluas 3,5 hektare itu sedang kita carikan," kata Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Agam Rinaldi di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia mengatakan saat ini ada dua lokasi alternatif, yakni lokasi hunian sementara Kayu Pasak di Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dan bekas lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Inang Sari di Kecamatan Lubuk Basung.
Setelah itu akan melakukan pengadaan lahan untuk kekurangan tersebut.
Baca juga: Pemerintah percepat pembangunan 28.972 huntap di Aceh, Sumut, Sumbar
"Kita berusaha semaksimal mungkin agar kekurangan tersebut bisa dicukupi," katanya.
Ia menambahkan kebutuhan lahan pembangunan 699 unit rumah seluas 10 hektare untuk hunian tetap bagi korban yang memilih relokasi kolektif.
Dari kebutuhan 10 hektare tersebut, baru tersedia 6,5 hektare di tiga lokasi, yakni di Dama Gadang, Nagari Dalko, Kecamatan Tanjung Raya dengan luas efektif 4,5 hektare.
Setelah itu lahan Balai Benih Ikan (BBI) Gumarang, Nagari Tigo Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan dengan luas 1,1 hektare, dan di Padang Tarok, Nagari Selareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan dengan luas satu hektare.
"Tiga lokasi ini sudah siap dibangun hunian tetap bagi korban bencana banjir bandang, tanah longsor dan banjir," katanya.
Baca juga: Pemkab Nagan Raya percepat persiapan lahan huntap untuk korban banjir





