Jakarta (ANTARA) - Atlet berkuda muda Indonesia Nusrtdinov Zayan Fatih mengibarkan Merah Putih setelah naik podium ketiga pada AEF/Mantena Cup CSI1*-B Tashkent 2026 di Universal Horses Stable, Tashkent, Uzbekistan, setelah tampil impresif meski melalui waktu adaptasi yang kurang bersama kuda pinjaman yang digunakan dalam pertandingan.
Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 23-24 April itu, Dinov mencatat hasil clear round bersama kuda Jangcy L dengan waktu 56,96 detik untuk menempati posisi ketiga di belakang dua atlet tuan rumah Uzbekistan, yakni Dilshod Shokirov dengan 54,91 detik dan Anna Sigidina 55,58 detik. Keduanya juga menorehkan clear round.
“Waktu persiapan memang sangat minim dan menjadi tantangan tersendiri saat proses adaptasi dengan kuda hasil drawing,” ujar Dinov dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Prestasi Dinov terbilang istimewa karena diraih dalam kompetisi yang menggunakan sistem borrow horse atau kuda pinjam, sehingga seluruh peserta harus beradaptasi dengan kuda hasil undian dalam waktu singkat.
Baca juga: Pordasi gencarkan sosialisasi guna bangun ekosistem yang inklusif
Dinov yang tiba di Uzbekistan pada 22 April dini hari hanya mendapat satu sesi latihan dan memanfaatkan 30 menit dari total satu jam waktu persiapan yang disediakan panitia. Ia juga hanya diizinkan melakukan enam kali lompatan sebelum pertandingan dimulai.
“Saya juga merasa sangat beruntung karena didampingi oleh pelatih berkuda asal Uzbekistan, Bekzod Kurbanov, yang banyak membantu saya saat beradaptasi dengan kuda di sana,” katanya.
Kelas CSI1* yang diikuti Dinov merupakan kelas terbuka dengan mayoritas peserta atlet senior, terutama dari negara-negara Asia Barat. Dari total 10 peserta yang mewakili sembilan negara Asia, hanya Indonesia, Malaysia, dan Mesir yang menurunkan atlet junior.
Sebelum tampil di Uzbekistan, Dinov lebih dahulu lolos seleksi nasional kelas Jumping 120-125 sentimeter dalam Kejuaraan Berkuda Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 di HUB Indonesia pada 9-12 April.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PP PORDASI dan seluruh pihak yang telah membantu sejak keberangkatan hingga mengikuti kejuaraan di Uzbekistan,” ujar Dinov.
Baca juga: Rayakan Tahun Baru Tibet, Lhasa gelar pertunjukan berkuda
Dalam kejuaraan yang berlangsung pada 23-24 April itu, Dinov mencatat hasil clear round bersama kuda Jangcy L dengan waktu 56,96 detik untuk menempati posisi ketiga di belakang dua atlet tuan rumah Uzbekistan, yakni Dilshod Shokirov dengan 54,91 detik dan Anna Sigidina 55,58 detik. Keduanya juga menorehkan clear round.
“Waktu persiapan memang sangat minim dan menjadi tantangan tersendiri saat proses adaptasi dengan kuda hasil drawing,” ujar Dinov dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu.
Prestasi Dinov terbilang istimewa karena diraih dalam kompetisi yang menggunakan sistem borrow horse atau kuda pinjam, sehingga seluruh peserta harus beradaptasi dengan kuda hasil undian dalam waktu singkat.
Baca juga: Pordasi gencarkan sosialisasi guna bangun ekosistem yang inklusif
Dinov yang tiba di Uzbekistan pada 22 April dini hari hanya mendapat satu sesi latihan dan memanfaatkan 30 menit dari total satu jam waktu persiapan yang disediakan panitia. Ia juga hanya diizinkan melakukan enam kali lompatan sebelum pertandingan dimulai.
“Saya juga merasa sangat beruntung karena didampingi oleh pelatih berkuda asal Uzbekistan, Bekzod Kurbanov, yang banyak membantu saya saat beradaptasi dengan kuda di sana,” katanya.
Kelas CSI1* yang diikuti Dinov merupakan kelas terbuka dengan mayoritas peserta atlet senior, terutama dari negara-negara Asia Barat. Dari total 10 peserta yang mewakili sembilan negara Asia, hanya Indonesia, Malaysia, dan Mesir yang menurunkan atlet junior.
Sebelum tampil di Uzbekistan, Dinov lebih dahulu lolos seleksi nasional kelas Jumping 120-125 sentimeter dalam Kejuaraan Berkuda Patriot Equifest & Kartini Cup 2026 di HUB Indonesia pada 9-12 April.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PP PORDASI dan seluruh pihak yang telah membantu sejak keberangkatan hingga mengikuti kejuaraan di Uzbekistan,” ujar Dinov.
Baca juga: Rayakan Tahun Baru Tibet, Lhasa gelar pertunjukan berkuda





