Bandara Imam Khomeini kembali layani sejumlah rute penerbangan

antaranews.com
6 jam lalu
Cover Berita
Istanbul (ANTARA) - Bandara Internasional Imam Khomeini di Teheran, Iran, kembali melayani sejumlah rute penerbangan internasional pada Sabtu pagi, menurut laporan media penyiaran Iran, IRIB.

Penerbangan pertama dari bandara di Teheran itu menuju Istanbul, Muscat, Oman, Madinah.

Pembukaan kembali penerbangan itu dilakukan setelah CEO Imam Khomeini Airport City, Ramin Kashef Azar, mengatakan kepada Kantor Berita Buruh Iran (ILNA), Jumat (24/4), bahwa penerbangan penumpang internasional akan kembali beroperasi pada Sabtu.

Sebelumnya, sebagian besar lalu lintas udara terganggu sejak serangan bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian memicu serangan balasan dari Teheran sebagai bentuk pertahanan diri.

Baca juga: Menlu Turki: Israel jadi ancaman langsung bagi keamanan global

Perang tersebut saat ini tertahan dengan kesepakatan gencatan senjata sejak 8 April yang dimediasi Pakistan.

Washington dan Teheran telah menggelar pembicaraan di Pakistan dua pekan lalu, dengan upaya untuk mengatur perundingan putaran baru.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi berada di Islamabad, Sabtu, sedangkan dua utusan khusus presiden AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, juga menuju ibu kota Pakistan tersebut.

Namun demikian, peluang untuk dimulainya kembali pembicaraan langsung antara AS dan Iran dalam waktu dekat masih minim.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Kemlu Iran: Tak ada rencana pertemuan dengan AS di Islamabad

Baca juga: Iran belum optimalkan kemampuan rudal lawan AS


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Amankan 30 Orang dari Day Care di Yogya: Pengasuh hingga Pejabat Yayasan
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Kisah perempuan Nabire di garis depan lawan malaria
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenhan sebut Praka Rico gugur setelah jalani perawatan medis
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Ini kata Mensos terkait pemutakhiran DTSEN
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Selandia Baru dan Australia bahas keamanan pasokan bahan bakar
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.