Pantau - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti memastikan program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan akan terus berlanjut pada 2026 dengan anggaran Rp14 triliun untuk meningkatkan mutu pembelajaran di seluruh Indonesia.
Kebijakan ini disampaikan dalam peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jawa Tengah, Sabtu (25/4).
Anggaran Besar dan Target Puluhan Ribu SekolahAbdul Mu’ti menyebut anggaran tersebut akan menyasar 11.744 satuan pendidikan dan berpotensi bertambah hingga lebih dari 70 ribu sekolah jika usulan tambahan disetujui.
“Jika disetujui, total satuan pendidikan yang direvitalisasi bisa mencapai lebih dari 70 ribu sekolah,” ujarnya.
Selain revitalisasi fisik, pemerintah juga meningkatkan digitalisasi melalui penambahan perangkat interactive flat panel (IFP) menjadi dua hingga tiga unit per sekolah.
Program Indonesia Pintar (PIP) juga diperluas dengan target sekitar 19,6 juta siswa, termasuk 888 ribu siswa taman kanak-kanak yang впервые menerima bantuan.
Pemerintah turut menaikkan insentif guru honorer dari Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Fokus Sekolah 3T dan Penguatan KarakterMendikdasmen menegaskan prioritas revitalisasi difokuskan pada sekolah terdampak bencana, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.
“Anggaran pendidikan tidak dikurangi, justru ditingkatkan untuk mendukung program prioritas dan penguatan karakter peserta didik,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembentukan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman melalui pendekatan humanis.
Selain itu, pemerintah mendorong pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun serta penguatan literasi digital guna mengurangi dampak negatif teknologi.
Di Banyumas, pemerintah daerah mengusulkan 140 sekolah untuk direvitalisasi, dengan total kebutuhan perbaikan mencapai sekitar 165 satuan pendidikan.




