Jakarta, CNBC Indonesia - Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim mengklaim Malaysia menjadi satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) yang belum menerapkan penjatahan bahan bakar. Hal ini terjadi di tengah terjadi krisis pasokan global.
Ia mengatakan beberapa negara tetangga di kawasan itu telah mulai menerapkan langkah-langkah tersebut, bahkan beberapa di antaranya menutup hingga 400 SPBU karena kekurangan pasokan.
Anwar menyebut bensin RON95 tersedia dengan salah satu harga terendah di dunia, yaitu RM1,99 per liter. Harga solar tinggi, namun untuk petani, nelayan, dan bus sekolah, harganya telah diturunkan.
"Berapa harga RON95 di negara-negara tetangga? Beberapa telah mencapai RM10,50 per liter, yang lain RM4, dan RM6. Dan kita? RM1,99," katanya, dikutip dari The Edge Malaysia, Sabtu (25/4/2026).
Anwar menjelaskan bahwa pemerintah menanggung miliaran ringgit dalam bentuk subsidi setiap bulan untuk menghindari membebani rakyat. Hal ini dia sampaikan saat berbicara dalam sesi temu ramah dengan staf Institut Pendidikan Guru (IPG) dan siswa Pusat Tingkat Atas di kampus IPG Temenggong Ibrahim di sini pada hari Jumat.
Anwar mengatakan hal ini dimungkinkan karena langkah-langkah awal yang diambil oleh pemerintah, termasuk pendekatan subsidi yang ditargetkan dan hubungan baik dengan Iran, yang memungkinkan tanker bahan bakar Malaysia untuk melewati Selat Hormuz.
"Negara mana lagi yang diizinkan mengirim tanker minyak melalui Selat Hormuz? Namun ada pemimpin politik oposisi yang mengklaim kita tidak melewati Selat Hormuz. Ini menunjukkan kurangnya kerendahan hati dalam mencari fakta," katanya.
Anwar mengatakan rapat Kabinet pada hari Rabu juga memutuskan untuk meningkatkan jumlah polisi dan petugas penegak hukum untuk menjaga perbatasan negara menyusul tingginya jumlah kasus penyelundupan di daerah-daerah ini.
"Bahan bakar kita terlalu murah dan penyelundupan terlalu merajalela."
"Ketika penyelundupan terjadi, itu berarti uang negara mengalir keluar. Jadi kita harus memperketat kontrol karena miliaran ringgit hilang," katanya.
Anwar juga memberi pengarahan kepada para menteri, kepala menteri, menteri besar, dan Perdana Menteri Sarawak tentang langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani situasi yang sedang berlangsung.
Ia juga menyarankan masyarakat untuk memahami isu-isu ekonomi dan geopolitik terkini agar tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat di media sosial.
Sementara itu, Anwar mengatakan krisis pasokan global juga menyebabkan Australia meminta pasokan diesel dari Malaysia. Hal ini muncul selama pertemuan dengan Perdana Menteri Anthony Albanese selama kunjungan resminya baru-baru ini ke negara tersebut.
Masalah tersebut termasuk di antara yang dibahas, sejalan dengan hubungan baik antara kedua negara. Malaysia juga membeli pupuk fosfat untuk petani Felda dari Australia.
"Dia [Albanese] bertanya apakah Malaysia dapat memasok diesel. Saya mengatakan kita tidak memiliki surplus diesel, tetapi jika ada kelebihan, kita dapat mengekspornya," katanya.
(haa/haa) Add as a preferred
source on Google




