Bisnis.com, PADANG - Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) meminta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ikut berperan dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di Ranah Minang.
Gubernur Sumbar Mahyeldi mengatakan Apindo yang menjadi organisasi dari berbagai pelaku usaha, secara tidak langsung telah menjadi bagian dari UMKM yang ada di Sumbar.
Artinya, Apindo bisa digandeng untuk mendukung UMKM naik kelas baik dari segi kualitas produk maupun pasar.
"Persoalan yang dihadapi pelaku UMKM saat ini adalah market atau pasarnya. Hal ini saya rasa bisa dibantu oleh Apindo, sehingga produk-produk dari UMKM bisa masuk ke pasar yang lebih luas," tutur Mahyeldi, Jumat (24/4/2026).
Mahyeldi menyampaikan permintaan langsung Pemprov Sumbar ini sebenarnya juga beriringan dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, karena hal tersebut menjadi kunci dalam menjawab tantangan ekonomi di tingkat daerah maupun nasional.
"Struktur ekonomi Sumbar saat ini sangat ditopang oleh sektor UMKM yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Jadi, saya melihat perlu adanya kerjasama membantu UMKM ini," ujarnya.
Baca Juga
- Pertamina Siapkan 26.214 KL Avtur Selama Periode Penerbangan Haji di Sumbagut
- Harga Pangan Sumsel: Cabai Kembali Naik, Daging Ayam Turun
- Reli Terhenti, Harga TBS Sawit Sumut Kembali Terkoreksi
Mahyeldi menjelaskan dalam 3 tahun terakhir jumlah UMKM meningkat dari sekitar 600.000 menjadi lebih dari 740.000 unit usaha, dengan sekitar 99% merupakan usaha mikro. Selain itu, terdapat lebih dari 5.800 koperasi yang turut menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan kekuatan sekaligus tantangan yang harus dikelola dengan tepat agar UMKM dapat berkembang dan memberikan nilai tambah yang lebih besar.
Sebagai contoh, Mahyeldi menyebut sudah ada pengusaha yang berhasil memfasilitasi produk UMKM Sumbar menembus pasar Malaysia melalui pembinaan, standarisasi, hingga distribusi. Praktik seperti ini diharapkan dapat diperluas.
Selain sektor UMKM, Mahyeldi juga menyoroti potensi komoditas unggulan Sumbar seperti kakao dan gambir yang memiliki daya saing global. Meski demikian, ia juga menyadari pengelolaan kedua komoditas tersebut masih butuh penguatan.
"Sebagian besar kebutuhan dunia berasal dari Sumbar, tetapi masih diekspor dalam bentuk mentah. Nilai tambahnya belum kita rasakan karena belum ada hilirisasi," tegasnya.
Sementara itu Ketua DPN Apindo Widjaja Kamdani menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sumbar.
"Kami siap bersinergi bersama dengan pemerintah dan para pelaku UMKM lokal untuk menggerakkan perekonomian Sumbar," katanya.
Dia menegaskan, ada 3 hal yang saat ini menjadi fokus utama Apindo, yakni percepatan penurunan pengangguran, transformasi tenaga kerja dari sektor informal ke formal, serta mendorong investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja.
Kemudian, Ketua DPP Apindo Sumbar Rina Pangeran menyampaikan Apindo telah membahas rencana dan langkah lebih lanjut bersama pemerintah daerah, terkait cara untuk membangun ekonomi Sumbar.
"Kami telah membahas itu dengan pemerintah daerah. Kenapa hal itu penting, karena dinilai relevan dengan kondisi Sumbar yang tengah menghadapi dampak bencana, namun tetap memiliki potensi ekonomi yang besar di berbagai sektor," tutup Rina.





