FAJAR, SAMARINDA — Laga krusial akan tersaji di Stadion Segiri, Samarinda, saat Borneo FC menjamu Semen Padang FC pada pekan ke-29 Super League 2025/2026, Sabtu (25/4) malam. Pertandingan ini bukan sekadar duel biasa, melainkan penentu arah perburuan gelar—bahkan bisa menjadi titik balik dalam perebutan puncak klasemen dari Persib Bandung.
Dengan hanya terpaut tipis dari pemuncak klasemen, Borneo FC datang membawa ambisi besar: meraih tiga poin dan terus menekan Persib. Tidak heran jika pelatih mereka, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa setiap laga yang tersisa harus diperlakukan layaknya final.
“Pertandingan melawan Semen Padang, kami masih memiliki sisa enam pertandingan lagi. Kami menjalaninya satu per satu. Kami telah berbicara kepada para pemain bahwa kami harus mengejar tiga poin. Jika ingin tetap dalam persaingan (perebutan juara), kami harus meraih tiga poin,” tutur pelatih asal Brasil tersebut.
Tekanan memang besar, tetapi menariknya, Lefundes justru mengelola timnya dengan pendekatan yang berbeda. Alih-alih membebani pemain dengan ekspektasi berlebihan, ia menanamkan suasana bermain yang lebih santai dan menyenangkan.
“Mereka bermain senang di lapangan karena mereka tidak ingin melihat saya marah di luar lapangan, mereka tak ingin melihat saya sedih di luar lapangan, itu sebabnya,” kata Lefundes.
“Mereka bilang ‘kalau saya tidak bermain bagus, dia akan memarahi saya di sini’, jadi mereka bermain senang di lapangan agar saya tidak marah di luar lapangan,” imbuhnya.
Filosofi ini terbukti efektif. Borneo FC tetap tampil disiplin, tetapi tanpa kehilangan kebebasan dalam bermain. Hasilnya adalah konsistensi di papan atas dan peluang nyata untuk merebut posisi puncak.
Di tengah persaingan ini, dinamika menarik juga muncul dari tim-tim lain. Secara tidak langsung, Persib Bandung tentu berharap Semen Padang mampu menahan laju Borneo FC demi menjaga posisi mereka di puncak klasemen. Sebaliknya, PSM Makassar justru diuntungkan jika Borneo FC terus meraih kemenangan, terutama dalam konteks persaingan papan tengah dan potensi pergeseran klasemen.
Artinya, laga ini tidak hanya melibatkan dua tim di lapangan, tetapi juga membawa kepentingan banyak klub lain di kompetisi.
Dari sisi pemain, striker andalan Borneo FC, Koldo Obieta, menegaskan pentingnya laga kandang ini. Ia menyebut pertandingan melawan Semen Padang sebagai kesempatan emas untuk menjaga asa juara.
“Seperti yang pelatih katakan, ini adalah pertandingan yang sangat penting bagi kami di kandang. Kami memiliki enam pertandingan tersisa dan kami akan terus berjuang untuk meraih posisi pertama,” ujarnya.
Ia juga menyoroti kekuatan utama Borneo FC saat bermain di Stadion Segiri—dukungan suporter.
“Di kandang, sejujurnya kami merasa sangat nyaman bersama para pendukung dan stadion kami sendiri. Kami akan memberikan yang maksimal untuk meraih tiga poin,” imbuhnya.
Atmosfer kandang memang menjadi senjata penting bagi Pesut Etam. Dukungan penuh dari tribun sering kali menjadi pembeda, terutama dalam laga-laga ketat seperti ini. Bagi pemain seperti Obieta, mencetak gol di kandang memiliki makna emosional yang lebih dalam.
“Ya, saya selalu termotivasi dan ingin mencetak gol tentunya, karena itu pada akhirnya membantu tim. Dan, bermain di kandang sini sejujurnya saya sudah berhasil mencetak gol yang bagus melawan Persebaya,” ungkapnya.
“Kandang selalu lebih indah daripada di luar karena akhirnya perayaannya bersama orang-orang di tribun yang menjadi heboh. Ya, dengan keinginan yang besar, tetapi pada akhirnya yang terpenting adalah menang,” lanjutnya.
Meski di atas kertas Borneo FC lebih diunggulkan, mereka tetap tidak boleh meremehkan Semen Padang. Tim berjuluk Kabau Sirah itu sedang berjuang keluar dari zona degradasi, dan situasi seperti ini sering kali memunculkan perlawanan tak terduga.
Dalam sepak bola, tim yang tertekan justru bisa tampil tanpa beban dan memberikan kejutan. Inilah yang harus diwaspadai oleh Borneo FC jika tidak ingin terpeleset di momen krusial.
Dengan enam pertandingan tersisa, setiap poin kini menjadi sangat berharga. Kemenangan akan menjaga tekanan terhadap Persib Bandung, sementara hasil imbang atau kekalahan bisa menjadi kerugian besar dalam perburuan gelar.
Laga ini juga diprediksi akan menyedot perhatian besar, baik melalui siaran langsung maupun live streaming, mengingat dampaknya yang luas terhadap klasemen.
Pada akhirnya, duel di Stadion Segiri ini bukan hanya tentang tiga poin. Ini adalah ujian mental, konsistensi, dan ambisi. Apakah Borneo FC mampu menjaga momentum dan terus menekan Persib Bandung? Atau justru Semen Padang FC yang akan menjadi batu sandungan tak terduga?
Jawabannya akan segera tersaji di lapangan—di tengah sorak-sorai suporter dan tekanan yang semakin memuncak menuju akhir musim. Laga kedua tim buisa disaksikan di vidio pukul 19.00 WIB.





