Perkembangan terbaru hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menyita perhatian internasional. Upaya diplomasi terus dilakukan di tengah konflik yang belum sepenuhnya mereda.
Salah satu langkah yang mencuri sorotan adalah keterlibatan langsung menantu Presiden AS Donald Trump dalam misi ke Pakistan. Negara tersebut kini menjadi titik penting dalam upaya mempertemukan kedua pihak.
Utusan AS dan Menantu Trump Bertolak ke PakistanGedung Putih mengonfirmasi pengiriman utusan khusus ke Pakistan untuk membuka jalur komunikasi dengan Iran. Steve Witkoff bersama Jared Kushner dilaporkan berangkat pada Sabtu (25/4/2026) pagi untuk menjalankan misi tersebut.
"Orang-orang Iran ingin berbicara," kata juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt. Ia juga menyebut Wakil Presiden AS JD Vance "siaga" untuk ikut bergabung jika perundingan menunjukkan perkembangan positif.
Leavitt menegaskan bahwa langkah ini diambil atas keputusan Presiden Donald Trump yang ingin membuka peluang dialog. Ia menyebut Trump "selalu bersedia memberi kesempatan untuk diplomasi" dan mengungkap adanya kemajuan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, Iran memberikan sinyal berbeda terkait pertemuan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi telah tiba di Islamabad, namun bukan untuk bertemu langsung dengan delegasi Amerika Serikat.
"Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS," tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei. Ia menambahkan, "Pengamatan Iran akan disampaikan kepada Pakistan."
(wia/jbr)





