KOMPAS.TV - Perserikatan Bangsa-Bangsa menyampaikan duka cita atas gugurnya prajurit TNI yang tergabung pada Jumat waktu setempat.
Juru bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, mengatakan Rico meninggal dunia karena luka berat yang dialami akibat ledakan proyektil di pangkalannya di Adchit al Qusayr, Lebanon, pada 29 Maret.
Atas peristiwa bertubi-tubi, PBB telah meminta agar kasus ini diselidiki dan ditindaklanjuti guna membawa para pelaku ke hadapan hukum. Serangan terhadap penjaga perdamaian PBB dikategorikan sebagai kejahatan perang oleh hukum internasional.
Pemerintah berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan.
Pemerintah Indonesia juga mendesak PBB untuk melakukan investigasi menyeluruh dan memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.
Dengan wafatnya Rico, jumlah personel Indonesia yang gugur dalam rangkaian konflik di Lebanon bertambah menjadi empat orang.
Sebelumnya, tiga prajurit yang lebih dulu gugur adalah Farizal Romadhon, Muhammad Nur Ichwan, dan Zulmi Aditya Iskandar.
Seluruhnya gugur saat meningkatnya konflik bersenjata antara Israel Defense Forces dan Hizbullah.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga: AS Perluas Blokade Selat Hormuz, Kapal Induk Kedua Dikerahkan | SAPA MALAM
#prajurittni #tnigugur #unifil #lebanon #hizbullah
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- tni gugur
- prajurit tni
- unifil
- lebanon
- israel
- pbb





