JAKARTA, KOMPAS.com - Kantor Wali Kota Jakarta Selatan di Jalan Prapanca Raya turut memadamkan lampu selama peringatan Earth Hour pada Sabtu (25/4/2026) malam.
Pantauan di lokasi, kawasan kantor tampak gelap saat pemadaman dimulai pukul 20.30 WIB. Jalan Nipah di sisi kanan yang semula terang ikut meredup seiring dimatikannya penerangan di sekitar gedung.
Gedung setinggi 17 lantai itu secara bertahap mematikan lampu. Pada awal pemadaman, masih terlihat beberapa jendela yang menyala dari dalam.
Namun, seiring waktu, cahaya tersebut perlahan redup hingga sebagian besar bangunan tampak gelap.
Hanya tulisan “Kantor Wali Kota Jakarta Selatan” dengan lampu hijau neon yang masih menyala di bagian depan gedung.
Baca juga: Jakarta Lakukan Pemadaman Lampu Serentak 3 Kali, Ini Jadwal dan Lokasinya
Seorang petugas keamanan yang berjaga di lokasi mengatakan, pemadaman dilakukan selama satu jam.
“Iya, ikut perintah dari pusat, satu jam aja kok,” kata petugas di pintu masuk.
Meski lampu gedung dipadamkan, arus lalu lintas di Jalan Prapanca Raya tetap berjalan normal. Lampu lalu lintas di sekitar lokasi tidak terdampak dan tetap berfungsi seperti biasa.
Sementara itu, sejumlah gedung di sekitar kantor wali kota masih tampak terang. Di persimpangan Jalan Nipah, videotron besar juga tetap beroperasi dan menampilkan informasi kegiatan pemerintah kota.
Baca juga: Daftar Ruas Jalan Jakarta yang Terdampak Pemadaman Lampu 1 Jam Malam Ini
Bagian dari Aksi Hemat EnergiPemadaman lampu ini merupakan bagian dari peringatan Hari Bumi 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara serentak di lima wilayah.
Kegiatan berlangsung selama satu jam, pukul 20.30–21.30 WIB, dengan menyasar bangunan pemerintah, gedung komersial, pusat perbelanjaan, restoran, hotel, hingga apartemen.
Namun, fasilitas vital seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik dikecualikan agar tetap beroperasi normal.
Selain bangunan, pemadaman juga dilakukan di sejumlah jalan protokol dan arteri sebagai bagian dari upaya pengurangan emisi karbon.
Pemprov DKI Jakarta sebelumnya telah menggelar kegiatan serupa pada 2025.
Saat itu, tercatat penghematan listrik mencapai 439,76 megawatt hour (MWh), penghematan ekonomi sekitar Rp 636 juta, serta penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 365,53 ton CO2.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan energi dan perlindungan lingkungan dapat terus meningkat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




