JAKARTA - Gugurnya Kopda Rico Pramudia harus menjadi perhatian serius semua pihak, terlebih markas UNIFIL menjadi titik serangan pihak berkonflik. Diketahui, sudah empat prajurit TNI gugur di Lebanon.
"Serangan yang terjadi di wilayah operasi UNIFIL menunjukkan bahwa situasi di lapangan telah mengalami eskalasi signifikan, sehingga menempatkan pasukan penjaga perdamaian dalam risiko yang semakin tinggi," ujar Wakil Komisi I DPR RI, Sukamta, Sabtu (25/4/2026).
Legislator PKS itu menekankan, bahwa perlindungan terhadap personel yang menjalankan misi perdamaian PBB tidak boleh diabaikan, termasuk pihak berkonflik.
"Kami memandang bahwa perlindungan terhadap personel PBB harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh diabaikan oleh pihak mana pun, termasuk dalam dinamika konflik yang melibatkan Israel dan aktor lainnya di kawasan," tuturnya.
Karena itu, Sukamta mendorong PBB agar bisa melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme perlindungan pasukan perdamaian UNIFIL agar sesuai realitas ancaman di lapangan.
Selain itu, kata dia, diperlukan langkah investigasi yang transparan dan akuntabel atas insiden ini, guna memastikan adanya kejelasan dan pertanggungjawaban.
Selain PBB, Sukamta mendorong pemerintah Indonesia juga bersikap setelah Kopda Rico dan tiga prajurit TNI sebelumnya yang gugur, dengan melakukan peninjauan dan pola penugasan.




