jpnn.com, ASTANA - Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Air Retno Marsudi bertemu Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev di Astana guna membahas isu-isu krusial terkait air global.
Kunjungan yang berlangsung pada 15 April lalu tersebut menegaskan posisi penting Indonesia dalam diplomasi air dunia.
BACA JUGA: Ketoprak Retno Kencana Hidupkan Kembali Warisan Budaya
Duta Besar RI untuk Kazakhstan, Fadjroel Rachman, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut disambut antusias oleh Presiden Tokayev. Dalam kesempatan itu, Kazakhstan memberikan apresiasi tinggi terhadap rekam jejak Indonesia dalam isu lingkungan dan sumber daya air.
"Indonesia menjadi standar terbaik bagi Kazakhstan dalam memperluas, mematuhi serta melaksanakan komitmen dan kerja sama internasional dalam pengelolaan dan penyelamatan air untuk umat manusia sekarang dan di masa depan,” kata Dubes Fadjroel dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.
BACA JUGA: Resmi! Ini Jabatan Baru Retno Marsudi setelah Meninggalkan Kementerian Luar Negeri
Ia merujuk pada kesuksesan The 10th World Water Forum di Bali pada Mei 2024 yang diikuti 160 negara dan 2.000 delegasi, termasuk Duta Besar Kazakhstan Khusus Air Zulfiya Sulaimenova dan Perdana Menteri Tajikistan Kokhir Rasulzolda.
“Forum Air Dunia itu mengantarkan Ibu Retno Marsudi menjadi Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Air," ujar Fadjroel.
BACA JUGA: Prabowo Jadi Menteri Paling Berprestasi versi Mediawave, Disusul Retno Marsudi
Mengutip laman resmi Kepresidenan Kazakhstan, Presiden Tokayev menekankan bahwa sumber daya air merupakan aset strategis bagi Kazakhstan, yang terkait erat dengan pertumbuhan berkelanjutan, stabilitas regional jangka panjang dan keamanan.
Ia menggarisbawahi perlunya kerangka kerja internasional yang lebih kuat untuk kerja sama dalam tata kelola air.
Dalam hal ini, Tokayev mengingatkan kembali inisiatifnya untuk mendirikan organisasi air internasional di bawah naungan PBB.
Menurutnya, langkah ini akan memberikan momentum baru bagi upaya global untuk memastikan penggunaan sumber daya air yang rasional, memperkuat koordinasi internasional dan mempromosikan solusi berkelanjutan untuk tantangan terkait air.
President Tokayev dan Retno Marsudi juga menekankan pentingnya Konferensi Air PBB di Abu Dhabi pada Desember 2026, yang diharapkan menjadi platform kunci untuk mengembangkan pendekatan terkoordinasi terhadap isu-isu terkait air.
Perhatian khusus juga diberikan pada penggunaan sumber daya air secara rasional di Asia Tengah, demikian keterangan kantor Kepresidenan Kazakhstan.
Selain bertemu Presiden Tokayev, Retno juga berdialog dengan Menlu Kazakhstan Yermek Kosherbayev dan Dubes Kazakhstan Khusus Air Zulfiya Sulaimenova.
“Kunjungan ini sangat memperkuat hubungan bilateral Kazakhstan dan Indonesia, khususnya untuk isu air dan manajemen perubahan iklim global,” kata Dubes Fadjroel.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




