JAKARTA, KOMPAS.com - Sudirman Central Business District (SCBD) di Jalan Jenderal Sudirman menjadi salah satu kawasan yang ikut mengalami pemadaman lampu serentak oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada Sabtu (25/4/2026) malam dalam rangka Hari Bumi.
Pemadaman ini membuat kawasan yang biasanya dipenuhi cahaya gedung-gedung tinggi tampak lebih redup dari biasanya.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku sempat terkejut melihat kondisi tersebut.
Anang (30), pedagang di dekat pintu masuk MRT Istora Mandiri, mengatakan baru mengetahui adanya kegiatan pemadaman lampu tersebut.
“Kayaknya baru ini deh makanya enggak biasa lihat tiba-tiba pada mati gedungnya,” kata Anang kepada Kompas.com di lokasi, Sabtu.
Baca juga: Jakarta Lakukan Pemadaman Lampu Serentak 3 Kali, Ini Jadwal dan Lokasinya
Ia mengaku sempat mengira terjadi gangguan listrik karena tidak mengetahui adanya agenda pemadaman serentak.
“Daritadi ini, saya baru tahu kalau ada Hari Bumi itu. Kirain ada kejadian, soalnya enggak pernah gelap di sini,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ghiffari (24) yang juga berada di sekitar kawasan SCBD. Ia mengaku kaget melihat lampu gedung dan lampu jalan di Jalan Sudirman ikut padam.
“Sebenarnya tahu sih ada Hari Bumi tapi karena enggak biasa aja. Sebetulnya aneh karena termasuk jalan protokol. SCBD kan biasanya terang,” tuturnya.
Menurutnya, upaya penghematan energi seperti ini perlu dirancang dengan pendekatan yang lebih berkelanjutan agar dampaknya lebih terasa.
“Menurutku harus ada cara yang lebih pasti dan berkelanjutan kalau ingin melakukan penghematan energi,” kata dia.
Baca juga: Blok M Tetap Ramai Saat Pemadaman Lampu Hari Bumi di Jakarta Malam Ini
Warga lainnya, Fani (25), mengatakan baru pertama kali melihat penerapan pemadaman lampu di kawasan bisnis seperti SCBD.
Ia menilai aksi tersebut merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan kesadaran penghematan energi.
“Aku tahu Earth Hour udah dari sekolah. Tapi baru kali ini lihat penerapannya di SCBD,” kata Fani.