Transformasi Parung Dimulai, Pemkab Bogor Siapkan Kawasan Ekonomi Baru Terintegrasi di Utara

pantau.com
6 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Pemerintah Kabupaten Bogor mulai melakukan transformasi kawasan Parung sebagai sentra ekonomi baru di wilayah utara dengan penataan terintegrasi yang berfokus pada pengembangan Pasar Parung.

Penataan ini tidak hanya menyasar pedagang kaki lima, tetapi menjadi bagian dari strategi besar pembangunan kawasan untuk mendukung masuknya investasi pada periode 2026–2027 di wilayah Kemang, Ciseeng, dan Parung.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa penataan dilakukan secara menyeluruh dan sistematis agar menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

"Penataan ini harus dilakukan secara adil dan terukur. Tidak bisa parsial. PKL, kebersihan, lalu lintas, hingga fasilitas pasar harus ditangani dalam satu sistem yang terintegrasi," ungkapnya.

Penataan Terpadu dan Penguatan Infrastruktur

Pemerintah menyiapkan pembentukan posko terpadu yang dilengkapi dasar hukum melalui Surat Keputusan guna memastikan pelaksanaan berjalan efektif.

Penguatan personel lapangan juga dilakukan dengan penambahan tenaga harian lepas di sejumlah titik strategis kawasan Parung.

Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan bahwa penataan wilayah dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan setelah sebelumnya menyelesaikan penataan di kawasan Cibinong.

"Konsepnya bukan menggusur, tapi menata. Kita ingin menghadirkan ketertiban sesuai semangat Tegar Beriman. PKL tetap difasilitasi, tetapi dengan penataan yang lebih rapi dan nyaman," ia mengungkapkan.

Optimalisasi aset lama seperti terminal yang sebelumnya belum dimanfaatkan maksimal kini dilakukan dengan mengaktifkannya kembali dan mengintegrasikannya dengan Pasar Parung.

Pemerintah juga menyiapkan pembangunan akses jalan guna mempermudah mobilitas masyarakat menuju kawasan pasar dan terminal.

Kawasan Parung dirancang terhubung hingga Ciseeng sekaligus mengangkat potensi lokal sebagai ikon ekonomi baru daerah.

Relokasi PKL dan Target Sentra Ikan Hias

Direktur Perumda Pasar Tohaga Haris Setiawan menyatakan langkah teknis telah disiapkan termasuk relokasi pedagang kaki lima ke dalam area pasar.

Sebanyak 700 lapak disediakan untuk menampung pedagang sektor sayur-mayur, basahan, ayam, dan ikan.

"Penataan ini tidak hanya memindahkan PKL, tetapi juga membersihkan kawasan depan pasar. Area tersebut akan dijadikan zona merah terlebih dahulu sebelum ditentukan pemanfaatannya, apakah menjadi taman atau sentra ikan hias," ujarnya.

Meski sempat memicu pro dan kontra di kalangan pedagang, dukungan terhadap program ini kini meningkat hingga sekitar 90 persen.

Perumda Pasar Tohaga menargetkan kawasan Parung berkembang menjadi sentra ikan hias yang mampu bersaing di tingkat regional hingga menjadi yang terbesar di Asia Tenggara.

Parung diproyeksikan menjadi wajah baru perekonomian Kabupaten Bogor sekaligus pusat pertumbuhan baru di wilayah utara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Begini Situasi Pendistribusian Makanan Jemaah Haji Indonesia di Tanah Suci | KOMPAS PETANG
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Nabung Selama 29 Tahun, Penjual Asongan Jombang Wujudkan Mimpi Berangkat Haji
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Maia Estianty Nangis Lepas El Rumi Menikah, Ingat Momen Pilu Berpisah dengan Sang Putra di Usia 8 Tahun
• 18 jam lalugrid.id
thumb
Heboh Wacana Tarif Selat Malaka, Ini Respons Malaysia
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
32 Tim Ramaikan IDX Channel Capital Market Padel Competition
• 19 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.