VIVA – Harapan Real Madrid untuk mengejar gelar La Liga mendapat pukulan telak. Gol dramatis di menit ke-94 dari Hector Bellerin memaksa Los Blancos bermain imbang 1-1 melawan Real Betis, sekaligus membuat langkah mereka menuju juara kian berat.
Bertanding di Sevilla, tim asuhan Alvaro Arbeloa sebenarnya sempat berada di atas angin. Vinicius Junior membuka keunggulan pada menit ke-17 setelah memanfaatkan kesalahan kiper lawan. Momentum itu seharusnya bisa menjadi titik balik dalam perburuan gelar.
Namun, dominasi Madrid tak berbanding lurus dengan efektivitas. Gol Kylian Mbappe sempat dianulir karena offside, sementara sejumlah peluang emas dari Jude Bellingham dan lini depan lainnya terbuang percuma.
Petaka datang di detik-detik akhir. Dalam situasi kacau di lini belakang, Bellerin yang disebut pemain skena oleh pencinta sepakbola Indonesia, muncul tanpa kawalan dan melepaskan tembakan rendah yang tak mampu dibendung. Gol telat itu bukan sekadar menyamakan skor, tapi juga memukul mental Madrid.
Masalah utama Madrid kembali terlihat: rapuh di lini belakang. Mereka kini gagal mencatat clean sheet dalam 10 laga liga terakhir—catatan terburuk sejak musim 2003/2004 di era Carlos Queiroz. Inkonsistensi ini membuat mereka terus kehilangan poin krusial di fase penentuan musim.
Hasil imbang ini menjadi yang kelima bagi Madrid musim ini, sekaligus membuka jalan lebar bagi Barcelona yang dilatih Hansi Flick untuk menjauh di puncak klasemen. Selisih delapan poin berpotensi melebar menjadi dua digit dalam waktu dekat.
Situasi makin suram karena Madrid juga sudah tersingkir dari Liga Champions. Ancaman tanpa trofi di akhir musim pun semakin nyata—sesuatu yang jarang terjadi bagi klub sebesar mereka di abad ke-21.
Di tengah malam yang mengecewakan, satu-satunya catatan positif datang dari Mbappe. Ia resmi mencatatkan 100 penampilan bersama Madrid, menjadi pemain Prancis ke-10 yang mencapai tonggak tersebut. Namun, kebahagiaan itu terasa hambar setelah sang striker harus ditarik keluar lebih cepat akibat dugaan cedera hamstring.
Real Madrid kini berada di persimpangan: bangkit di sisa musim atau menerima kenyataan pahit kehilangan gelar.





