JAKARTA, DISWAY.ID - Fakta kasus penganiayaan anak di daycare Little Aresha Jogja.
Viral di media sosial pengasuh tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha di Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta diduga melakukan penganiayaan terhadap anak-anak.
Dalam unggahan yang beredar, anak-anak yang dititipkan di daycare Little Aresha Jogja mendapatkan perlakuan tidak manusiawi, seperti kaki hingga tangan diikat.
"Buka kasa berbayar buat nge-handle anak orang tapi malah lo siksa. Sedih, hancur banget hati gue baca ulasan di Google Maps. Ada yang diikat, diseret, dipukul, ada yang speech delay dan tidak sedikit juga yang mengalami trauma," cuit akun @liogtttscrp.
Daycare merupakan tempat penitipan yang umumnya menyediakan layanan pengasuhan, perawatan, dan pendidikan bagi anak-anak.
BACA JUGA:Ngeri! Polisi Saksikan Anak Terikat saat Gerebek Daycare Jogja, 30 Orang Diamankan
Namun, berbeda dengan daycare Little Aresha di Jogja yang bukannya menjadi ruang aman untuk penitipan anak, justru menjadi ancaman bagi anak-anak lantaran para pengasuhnya melakukan dugaan tindak kekerasan.
Kasusnya terungkap setelah munculnya kecurigaan dari masyarakat serta orangtua yang mengatakan anaknya menangis saat diantar ke tempat penitipan tersebut.
Kini, polisi telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam dugaan penganiayaan anak di daycare Little Aresha Jogja.
Fakta Kasus Penganiayaan Anak di Daycare Little Aresha JogjaBerikut deretan kasus penganiayaan di daycare Little Aresha Jogja.
1. Anak-Anak Mengalami Tindak KekerasanKasatreskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian pihaknya menggrebek tempat penitipan tersebut pada Jumat, 24 April 2026 sore.
BACA JUGA:Geger! 103 Anak Diduga Jadi Korban Kekerasan di Daycare Little Aresha: Diikat Tergeletak di Lantai
Adrian menyebut anak-anak di daycare tersebut mengalami tindak kekerasan.
"Diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelataran atau kekerasan terhadap anak," tuturnya.
2. Korban di Bawah 2 TahunAdrian menyebut anak-anak yang mengalami kekerasan rata-rata di bawah usia dua tahun.
- 1
- 2
- »





