Camping Kebangsaan di Riau: Polri dan Mahasiswa Bersatu Lawan Karhutla-Narkoba

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Polda Riau terus berupaya membangun kesadaran kolektif terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga narkoba. Melalui kegiatan 'Camping Kebangsaan Mahasiswa Riau', Polri bersama mahasiswa dan akademisi bersatu melawan karhutla dan narkoba.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Tumbuh Institute ini digelar di Bukit Rimbang Baling, Kampar, pada Sabtu (25/4/2026). Turut hadir, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan dan Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, serta aktivis HAM Hurriah.

Dalam sambutannya, Kapolda Irjen Herry Heryawan menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif dan perubahan pola pikir dalam menghadapi ancaman karhutla dan narkoba. Ia mengingatkan bahwa Riau berpotensi menghadapi siklus karhutla besar, sebagaimana pernah terjadi pada 1997, sehingga diperlukan kesiapan dan keterlibatan semua pihak.

"Masalah seperti karhutla dan narkoba tidak bisa diselesaikan sendiri oleh pemerintah atau kepolisian. Harus ada kolaborasi, mulai dari hulu melalui edukasi hingga hilir melalui penegakan hukum," ujar Irjen Herry.

Kapolda juga menegaskan komitmen tegas dalam pemberantasan narkoba, termasuk tidak mentolerir keterlibatan anggota kepolisian dalam jaringan tersebut.

Sementara itu, Rocky Gerung menempatkan isu karhutla dalam konteks yang lebih luas, sebagai bagian dari krisis ekologis global yang mengancam masa depan peradaban. Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak lagi bisa dilihat secara parsial, melainkan harus dipahami sebagai bagian dari sistem global yang saling terhubung.

"Kita tidak sedang hanya membicarakan Riau atau Indonesia, tetapi masa depan bumi. Bumi ini satu-satunya 'kapal' yang kita miliki, dan semua manusia adalah penumpangnya," ujarnya.

Menurutnya, mahasiswa memiliki peran penting sebagai buffer intelektual dalam menghadapi krisis multidimensi, mulai dari ekonomi, energi, hingga ekologi.

Foto: Polda Riau bersama mahasiswa dan akademisi memperkuat sinergi melawan karhutla dan narkoba. (dok. Istimewa)
Baca juga: Satgas Anti Narkoba Resmi Dibentuk, Riau Bergerak Serentak Lawan NAPZA

Karhutla Persoalan HAM

Di sisi lain, aktivis HAM Hurriah menegaskan bahwa karhutla harus dilihat sebagai persoalan hak asasi manusia, karena berkaitan langsung dengan hak masyarakat atas lingkungan hidup yang sehat.

"Karhutla bukan sekadar bencana alam, tetapi krisis yang terus diproduksi dan akhirnya dinormalisasi. Padahal itu berarti hak kita atas udara bersih sedang dicabut," ujar Hurriah.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk memperkuat basis gerakan melalui riset dan advokasi kebijakan, tidak hanya aksi simbolik.

"Tanpa data, gerakan akan mudah dipatahkan. Mahasiswa harus mampu mengumpulkan data, menganalisis, dan menyusun rekomendasi kebijakan," katanya.

Head of Tumbuh Foundation, Azairus Adlu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai forum dialog yang jujur dan reflektif.

"Karhutla bukan hanya soal lingkungan, ini soal kesehatan, ekonomi, dan kepercayaan publik terhadap tata kelola negara. Karena itu, kami ingin menghadirkan ruang di mana semua pihak bisa duduk bersama, berdiskusi, dan membangun kesadaran kolektif," ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa ancaman terhadap masa depan Riau tidak hanya datang dari karhutla, tetapi juga dari persoalan narkoba yang merusak generasi muda.

"Narkoba menghancurkan manusia, karhutla menghancurkan ruang hidup manusia. Keduanya lahir dari akar yang sama, yaitu keserakahan dan pembiaran. Maka melawan narkoba berarti menjaga manusia, dan melawan karhutla berarti menjaga masa depan," kata Azairus.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penggerak perubahan karena memiliki kekuatan berpikir kritis, pengaruh sosial, dan akses terhadap pengetahuan.

Baca juga: Panipahan Bersih-bersih Narkoba, 4 Pengedar Ditangkap Polisi dalam Sehari




(mea/rfs)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Habib Usman Ungkap Detik-detik Ijab Kabul El Rumi-Syifa Hadju: Tegas dan Lantang!
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Tetapkan 13 Tersangka Kasus Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Yogyakarta
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Tes Kepribadian: Gambar Pertama yang Dilihat Ungkap Kondisi Psikologis Kamu Saat Ini
• 10 jam lalubeautynesia.id
thumb
PPIH Embarkasi Surabaya Mengimbau Masyarakat Tak Tergiur Tawaran Haji Ilegal
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Sopir Diduga Ngantuk, Belasan Luka dalam Kecelakaan Bus Tabrak Truk di Tol Gempol-Pasuruan
• 11 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.