Menu Viral Jadi Senjata Branding, Efektif atau Sekadar Tren?

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Perubahan perilaku konsumen yang semakin dipengaruhi media sosial membuat menu viral memiliki daya tarik tersendiri. Konsumen tidak hanya mencari rasa, tetapi juga pengalaman dan sensasi mencoba sesuatu yang sedang ramai diperbincangkan.

Kondisi ini mendorong brand untuk menghadirkan menu-menu yang relevan dengan tren yang sedang naik daun. Sebab, momentum tersebut bisa jadi peluang emas untuk menarik perhatian konsumen dan mendongkrak penjualan dalam waktu singkat.

Namun, strategi ini tak lepas dari risiko. Di balik potensi keuntungan yang ditawarkan, muncul pertanyaan apakah adopsi menu viral benar-benar berdampak jangka panjang atau justru menjadi tantangan bagi keberlangsungan brand.

Pengamat branding dan pemasaran Yuswohady mengatakan saat ini dunia usaha yang berhubungan langsung dengan konsumen tengah memasuki era attention economy, sebuah konsep yang mana perhatian manusia dianggap sebagai komoditas berharga di tengah arus informasi yang riuh di ruang digital.

Dulu, kata Yuswohady, untuk mencari perhatian, medium promosinya masih terbatas pada cara-cara konvensional, seperti billboard dan semacamnya. Namun, saat ini, setiap orang bisa membangun viralitasnya sendiri melalui media sosial.

"Dalam konteks ini, viralitas menjadi semacam pengganti iklan tradisional. Brand berlomba-lomba menciptakan atau masuk ke dalam viralitas untuk mendapatkan exposure," katanya.

Baca Juga

  • Bansos Kemensos 2026 Cair via Bank Himbara & Kantor Pos: Cek Penerima, Nominal dan Cara Mencairkan
  • Tak Selalu Artis, Kini Micro Influencer Jadi Primadona Brand di Media Sosial
  • Creative System: Strategi Brand Bertumbuh di Era Relevansi

Yuswohady mengatakan ada brand yang berhasil menciptakan viralitasnya sendiri. Namun, tak sedikit brand lain yang kemudian mencoba peruntungan dengan menyajikan hal serupa untuk mendompleng viralitas yang sudah ada, salah satu caranya dengan menghadirkan variasi menu yang mirip.

Oleh karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, katanya, lazim dijumpai sebuah menu atau produk menjadi viral, misalnya tren bahan tertentu seperti pistachio atau matcha, lalu adopsinya bisa sangat cepat karena dipicu oleh fear of missing out (FOMO) dan hype.

"Namun, penting dipahami bahwa viralitas tidak menjamin keberhasilan jangka panjang. Banyak produk yang viral dan laris di awal, tetapi tidak bertahan," imbuhnya.

Yuswohady menyebut para pelaku usaha sah-sah saja jika ingin mengadopsi viralitas ke dalam menu-menu baru mereka. Namun, pastikan fondasi usaha mereka tidak berdasarkan pada viralitas semata. Kunci utamanya tetap pada product-market fit, yaitu sejauh mana produk tersebut benar-benar sesuai dengan preferensi konsumen.

Menurutnya, viralitas hanya mendorong orang untuk mencoba. Akan tetapi apakah konsumen akan membeli kembali, itu bergantung pada pengalaman mereka terhadap produk tersebut. Jika setelah mencoba mereka merasa cocok, maka akan terjadi pembelian ulang dan loyalitas. Sebaliknya, jika tidak sesuai ekspektasi, maka produk tersebut hanya akan menjadi tren sesaat.

"Dalam industri makanan, ini sangat terlihat. Banyak restoran atau menu yang viral, tetapi siklus hidupnya sangat cepat. Konsumen mungkin hanya datang satu atau dua kali, lalu berpindah ke tren berikutnya. Hanya sedikit yang benar-benar menjadi langganan jangka panjang," tegasnya.

Dia menekankan bahwa viralitas memang penting di era attention economy sebagai “pintu gerbang” untuk menarik konsumen. Namun, untuk mempertahankan kesuksesan, brand harus memastikan adanya product-market fit dan kualitas produk yang konsisten. Hal inilah yang akan menentukan positioning brand.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konser “Badai Pasti Berlalu” suguhkan nostalgia karya Erros Djarot
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
BMKG Sebut 3 Wilayah di Indonesia Hari Ini Siaga Hujan Lebat hingga Sangat Lebat
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Polisi Ringkus 14 Pelaku Pengeroyokan dan Pencuri Motor Suporter di Purwakarta | BORGOL
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Wamen Farida Ungkap Arti Penting Koperasi Merah Putih Bagi Masyarakat
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jadwal Salat Makassar 26 April 2026
• 15 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.