Kredit Bertumbuh SMBC Indonesia Pilih Ekspansi Selektif di Awal 2026

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan kredit 2,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp191,8 triliun pada kuartal I-2026.

Kredit Bertumbuh SMBC Indonesia Pilih Ekspansi Selektif di Awal 2026 (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel — PT Bank SMBC Indonesia Tbk mencatat pertumbuhan kredit 2,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp191,8 triliun pada kuartal I-2026.

Di tengah tekanan biaya dana dan volatilitas pasar, perseroan memilih menjaga ekspansi tetap selektif dengan fokus pada kualitas aset dan keberlanjutan kinerja.

Baca Juga:
IHSG Besok Diprediksi Rawan Koreksi, Pantau Pergerakan Saham ADMR, DAAZ hingga HRTA

“Pertumbuhan kredit yang tetap terjaga ini mencerminkan pendekatan kami yang selektif dan berimbang di tengah dinamika pasar,” ujar Direktur Utama SMBC Indonesia, Henoch Munandar dalam keterangan tertulis, Minggu (26/4/2026).

Secara segmen, kredit korporasi dan komersial tumbuh 4,1 persen yoy. Kredit digital melalui Jenius (di luar Digital Micro) meningkat 12,0 persen yoy. Sementara itu, pembiayaan Grup OTO tumbuh 5,0 persen yoy dan BTPN Syariah naik 3,7 persen yoy.

Baca Juga:
Polda Sumsel Sita 2 Kapal Bermuatan 82 Ribu Kiloliter Solar Ilegal di Perairan Banyuasin

Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp250,0 triliun, tumbuh 4,1 persen yoy. Perseroan juga memperkuat likuiditas melalui peningkatan penempatan pada surat berharga.

Dana murah (CASA) menjadi salah satu penopang utama. CASA melonjak 40,6 persen yoy menjadi Rp59 triliun, dengan rasio meningkat dari 35,7 persen menjadi 44,1 persen.

Baca Juga:
Trump Batalkan Perjalanan Dua Utusannya ke Pakistan untuk Diskusi dengan Iran

Lonjakan ini mendorong efisiensi biaya dana di tengah tren suku bunga yang masih fluktuatif. “Peningkatan CASA memperkuat struktur pendanaan dan mendukung efisiensi biaya dana,” kata Henoch.

Kontribusi anak usaha turut menopang kinerja. BTPN Syariah mencatat laba bersih Rp319 miliar, tumbuh 2,8 persen yoy, sementara Grup OTO membukukan Rp113 miliar, melonjak 45,5 persen yoy.

Baca Juga:
Angkat Kualitas Kopi Indonesia, Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian

SMBC Indonesia mengandalkan diversifikasi bisnis dari perbankan digital, pembiayaan syariah, pembiayaan kendaraan, hingga segmen korporasi dan komersial untuk menjaga keseimbangan portofolio.

Dari sisi ketahanan, rasio likuiditas dan permodalan tetap kuat. Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat 260,24 persen, Net Stable Funding Ratio (NSFR) 122,71 persen, dan Capital Adequacy Ratio (CAR) 29,63 persen.

Baca Juga:
Israel Tewaskan Empat Orang di Lebanon saat Gencatan Senjata

Dengan posisi tersebut, perseroan masih memiliki ruang untuk ekspansi, namun tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah ketidakpastian pasar.

Strategi ekspansi selektif ini menjadi kunci bagi SMBC Indonesia untuk menjaga kualitas pertumbuhan, di tengah tekanan biaya dana dan risiko kredit yang masih membayangi industri perbankan.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemnaker Beberkan Penyebab Utama 4.163 Peserta Magang Nasional Mundur
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Mendagri Tito Tegaskan Penghargaan Pemda Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Cegah Jamaah Tercecer, Kemenhaj Siapkan Lima Pos di Area Masjid Nabawi
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Daftar Pemenang National Dance Competition di Road to Sabang Merauke
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Soroti Potensi Pelanggaran, Pemerintah: Jangan Ada Pungutan Biaya Tambahan ke Jamaah Haji!
• 22 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.