Meals by Fira, Cerita Gen Z yang Sukses Ubah Hobi Jadi Ladang Cuan

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Hobi yang selama ini hanya dijalankan sebagai kegiatan pengisi waktu luang sejatinya bisa berkembang menjadi sumber penghasilan.

Dengan dukungan media sosial dan perubahan pola konsumsi masyarakat, berbagai aktivitas kreatif dapat diolah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

Salah satu yang dapat menangkap peluang ini adalah Khalida Safira. Gen Z berusia 27 tahun ini sukses mengubah kesukaannya membuat kue menjadi bisnis yang kini dikenal dengan berbagai produk dessert bercita rasa rumahan namun dikemas secara kreatif.

Perjalanan bisnisnya bermula dari situasi yang tidak direncanakan. Fira, panggilannya, sejatinya tidak memiliki latar belakang pendidikan kuliner. Saat kuliah, ia justru mengambil jurusan teknik setelah mengikuti saran orang tua agar memiliki prospek kerja yang dianggap lebih pasti.

Kendati demikian, usai lulus, pandemi Covid-19 ternyata membuat situasi pencarian kerja menjadi jauh lebih sulit. Sebagai lulusan pandemi Covid-19 yang menunggu panggilan kerja, Fira mencoba mengisi waktu luang dengan hobi memasaknya. 

Seiring itu, ia melihat peluang di tengah gencarnya penjualan online. Memanfaatkan kesempatan dari hobi, Fira tertarik dengan mencoba menjual salmon mentai yang kala itu tengah populer di kalangan konsumen muda. Bahkan ia sempat mengikuti kelas memasak untuk mempelajari resep tersebut sebelum mulai menjualnya secara daring melalui media sosial.

Baca Juga

  • Seleksi Pita Frekuensi 700 MHz & 2,6 GHz Dibuka: 3 Blok, Lebar Pita Berbeda
  • Peluang Franchise Beard Papa's, Toko Kue Sus Jepang yang Populer di Indonesia
  • Cara Buka Toko Kue Brownies Amanda dan Syaratnya

Respons dari teman-temannya cukup positif. Pesanan pun mulai berdatangan setelah Fira mengunggah salmon mentai buatannya di Instagram. 

Melihat permintaan yang meningkat, Fira kemudian mencoba memperluas kanal penjualan dengan memanfaatkan layanan pesan-antar makanan.

“Dari situ jadi rame, jadinya nggak ke-handle. Jadi itu awal, dulunya itu aku jual salmon mentai,” ujarnya saat berbincang dengan Bisnis, beberapa waktu lalu.

Meski sempat menikmati lonjakan pesanan, Fira menyadari bahwa tren kuliner bisa berubah cepat. Setelah sekitar satu tahun, minat terhadap salmon mentai mulai menurun. Ia pun kembali mencari produk baru yang memiliki potensi pasar.

Pilihan akhirnya jatuh pada chiffon cake, jenis kue yang saat itu mulai banyak diminati. Berbeda dengan sebelumnya, kali ini, Fira belajar secara otodidak melalui berbagai tutorial di internet, mengingat biaya les baking yang cukup mahal. 

Prosesnya tidak selalu mulus. Ia harus melalui berbagai percobaan resep sebelum mendapatkan formula yang menurutnya layak dijual. “Banyak trial and error sampai aku percaya diri untuk desain konsepnya, baru aku coba jualan,” sebut Fira.

Produk chiffon cake dalam balutan merek “Meals by Fira” tersebut kemudian dipromosikan melalui media sosial, terutama melalui konten video yang menampilkan aktivitas kesehariannya dalam menjalankan usaha. Konten sederhana seperti proses membuat kue, mengemas pesanan, hingga keseharian di dapur justru menarik perhatian warganet.

Strategi tersebut membuahkan hasil. Kontennya sempat viral dan mendongkrak pesanan chiffon cake dalam jumlah besar.

Dalam mengembangkan produk, Fira mengaku selalu memperhatikan tren kuliner yang sedang berkembang. Setelah chiffon cake mulai jenuh di pasar, ia kemudian memperkenalkan produk lain seperti kue ulang tahun mini bergaya Korea hingga madeleine berbentuk teddy bear yang saat ini sedang ia kembangkan. 

Produk-produk tersebut biasanya menjadi favorit saat periode tertentu seperti Natal, Imlek, atau Lebaran.

Salah satu strategi utama Fira adalah menciptakan produk yang menarik secara visual. Dia banyak mengambil inspirasi desain dari berbagai platform digital, kemudian mengembangkannya menjadi konsep baru.

Kue-kue yang dia buat dikenal dengan tampilan yang imut dan warna-warni. Menurutnya, visual yang menarik dapat menjadi faktor penting dalam menarik perhatian konsumen, terutama di media sosial.

Selain produk, dia juga memperhatikan aspek kemasan. Baginya, pengalaman pelanggan tidak hanya berhenti pada rasa, tetapi juga bagaimana produk tersebut terlihat saat diterima.

“Jadi, dari makanan yang lucu, nah branding-nya pun packaging-nya juga harus lucu. Orang-orang jadi lebih tertarik gitu,” sebutnya.

Dari sisi bisnis, dari modal Fira menyebut omzet bulanannya pada kondisi normal berada di kisaran Rp8 juta hingga Rp10 juta. Namun saat memasuki periode permintaan tinggi, omzet tersebut bisa meningkat hingga sekitar Rp20 juta hingga Rp25 juta. 

Omzet yang diterimanya kini terbilang sudah menutupi modal awal pengembangan bisnis sekitar Rp80 juta, yang di dalamnya termasuk menyewa studio hingga membeli peralatan memasak yang lengkap.

Meski usahanya sudah berjalan hampir lima tahun, Fira hingga kini masih menjalankan sebagian besar operasional bisnisnya sendiri. Mulai dari menerima pesanan, memproduksi kue, mengemas produk, hingga membuat konten pemasaran.

Dia mengakui bahwa model kerja tersebut memiliki keterbatasan, terutama ketika pesanan meningkat. Namun di sisi lain, Fira merasa lebih percaya diri ketika seluruh proses masih berada dalam kendalinya.

Dalam menghadapi persaingan bisnis kue yang semakin ramai, Fira memilih mengandalkan pendekatan storytelling di media sosial. Ia kerap membagikan cerita di balik proses produksi maupun pengalaman melayani pelanggan. 

Pendekatan tersebut menurutnya efektif untuk membangun kedekatan dengan konsumen sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap brand yang ia bangun.

Bagi Fira, menjalankan bisnis berbasis hobi membuatnya lebih menikmati setiap proses yang dijalani. Ia tidak selalu mematok target tinggi setiap saat. Ketika pesanan ramai, ia bersyukur. Namun ketika permintaan menurun, ia menganggapnya sebagai waktu untuk beristirahat atau mengembangkan ide baru.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Foto: Katak di Kroasia Adu Lompat Paling Jauh
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ciri Kepribadian Orang yang Suka Manis
• 3 jam lalubeautynesia.id
thumb
Kemlu: Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Adalah Kejahatan Perang
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Klasemen Moto3 2026 Usai GP Spanyol: Veda Ega Pratama Bawa Pulang Poin, Pembalap Indonesia Nyaris Tembus 5 Besar
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK Perpanjang Waktu Penyampaian Laporan SLIK untuk Perusahaan Asuransi dan Penjaminan
• 21 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.