Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyediakan 6.000 armada bus yang aman, nyaman, dan modern di Tanah Suci sebagai upaya peningkatan kualitas layanan transportasi untuk jemaah haji Indonesia.
Achmad Muslichuddin Tamdjiz Kepala Seksi Transportasi Daerah Kerja Madinah menyebutkan, layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, terutama dalam transportasi.
“Ini kami siapkan matang. Kami juga menyediakan air minum selama perjalanan serta pelayanan penjemputan dan ziarah,” ucapnya, Minggu (26/4/2026) di Madinah, yang dilansir Antara.
Adapun armada bus yang disiapkan sebagai moda mobilisasi jemaah haji Indonesia terlihat masih baru, bersih, serta dilengkapi fasilitas pendukung seperti toilet di dalam kendaraan hingga colokan USB tipe C di setiap kursi.
Pemilihan bus juga menerapkan standar yang ketat, seperti kendaraan wajib berusia di bawah lima tahun, guna menjamin keamanan dan kelayakan selama perjalanan.
Agar kenyamanan jemaah semakin terjaga, pemerintah membatasi kapasitas penumpang pada setiap bus. Seperti bus tipe coach yang sebenarnya mampu menampung hingga 50 penumpang, tetapi setiap armada hanya diisi maksimal 42 orang.
Ribuan armada bus itu akan melayani enam rute utama dalam mobilisasi jemaah, mulai dari kedatangan di bandara, perjalanan antarkota suci (Madinah-Makkah), hingga kepulangan ke Indonesia.
Dalam hal ini, PPIH melakukan kerja sama dengan 15 perusahaan transportasi dengan mayoritas tipe bus yang digunakan adalah tipe coach berkapasitas 45 hingga 51 kursi.
Salah satu perusahaan yang turut menyediakan sebanyak 100 unit armada bus adalah Rawahel Al Mashaer Co. yang 40 persen supirnya merupakan warga negara Indonesia.
Hilal Husein Attijani Direktur Operasional Cabang Madinah Rawahel Al Mashaer Co. mengatakan bahwa perusahaannya telah menjalin kerja sama yang cukup erat dengan Kementerian Haji (Kemenhaj) RI.
“Kami siap melayani dengan baik. Jemaah Indonesia dikenal tertib dan rapi, sehingga proses pemberangkatan selalu lancar,” ungkapnya.
Alur gerak di Madinah cukup sederhana karena jarak antara Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) ke hotel hanya sekitar satu jam.
Persiapan yang dilakukan oleh tim transportasi juga termasuk dokumen kedatangan lengkap, salah satunya data rombongan dan jumlah bus. Komunikasi dengan pihak bandara juga dilakukan agar penjemputan berjalan lancar.
Selain itu, tim PPIH telah mengantisipasi kejadian jemaah tertinggal kendaraan dengan menyediakan kendaraan operasional atau minibus coaster guna mengejar rombongan.
Dengan peningkatan standar layanan di berbagai aspek terutama transportasi, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang, aman, dan nyaman. (ant/vve/bil/ham)




