ANTARA - Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan resmi mengeluarkan pelabelan nutri-level pada produk minuman kemasan, guna mengontrol konsumsi gula di masyarakat.
Menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan langkah ini diambil untuk menekan angka kasus penyakit kronis pada usia produktif, akibat konsumsi gula berlebih yang diprediksi dapat memicu lonjakan kasus gagal ginjal di masa depan.
Melihat dampaknya yang katastropik, pemerintah memandang langkah pencegahan harus dilakukan dengan membangun kesadaran warga, akan bahaya penyakit tidak menular seperti kardiovaskular hingga diabetes. Dan pengaplikasian nutri-level label dinilai sebagai langkah mudah, murah, namun masif.
Standar konsumsi tersebut dapat lebih mudah dipaparkan terhadap masyarakat melalui penggunaan nutri-level label yang dipasang di beragam makanan-minuman kemasan.
Memang seberapa besar sih dampak konsumsi gula di masyarakat, hingga pemerintah mengeluarkan aturan ini? dan seperti apa dampak ke depannya dari kebijakan ini? Selengkapnya di PerANTARA!(Roy Rosa Bachtiar/Nabila Charisty/Keysha Anissa/Syahrudin/Satrio Giri Marwanto/Farah Khadija)




