Siasat Uni Eropa Kurangi Ketergantungan Impor Energi Fosil

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Uni Eropa menyiapkan paket kebijakan baru untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil sekaligus meredam lonjakan biaya energi akibat ketegangan di Timur Tengah.

Melansir Kantor Berita Anadolu pada Minggu (26/4/2026), rencana itu tercantum dalam inisiatif yang dinamakan AccelerateEU. Dalam proposal tersebut, Komisi Eropa mengusulkan langkah terkoordinasi antarnegara anggota terkait penyimpanan gas, cadangan minyak, serta manajemen pasokan bahan bakar. 

Selain itu, blok tersebut juga akan membentuk observatorium bahan bakar baru guna memantau arus distribusi dan tingkat cadangan energi di kawasan Uni Eropa.

Paket kebijakan ini juga mencakup dukungan terarah bagi konsumen dan industri, seperti pemberian voucher energi, skema bantuan pendapatan, serta fleksibilitas sementara dalam aturan bantuan negara.

Untuk jangka panjang, Komisi Eropa mendorong percepatan elektrifikasi, pengembangan infrastruktur energi terbarukan, serta penguatan jaringan listrik di seluruh kawasan.

Komisi Eropa menyatakan masyarakat Eropa kembali membayar harga dari ketergantungan terhadap energi fosil impor untuk kedua kalinya dalam kurun kurang dari lima tahun.

Baca Juga

  • Uni Eropa-AS Kompak Amankan Mineral Kritis, Redam Dominasi China
  • Tak Gentar Ekspor CPO RI Meski Permintaan di Uni Eropa Melemah
  • Apindo Sebut Manufaktur RI Kesulitan Penuhi Standar Uni Eropa

Sejak eskalasi konflik di Timur Tengah, Uni Eropa tercatat mengeluarkan tambahan biaya impor energi sebesar €24 miliar atau sekitar US$25,6 miliar akibat kenaikan harga, tanpa diikuti peningkatan pasokan.

Komisi Eropa menilai kondisi tersebut menegaskan urgensi percepatan transisi menuju energi bersih, yang dipandang sebagai kebutuhan ekonomi sekaligus imperatif keamanan.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan strategi ini dirancang untuk memberikan bantuan langsung maupun solusi struktural jangka panjang sembari memperkuat kemandirian energi kawasan.

“Pilihan yang kita ambil hari ini akan menentukan kemampuan kita menghadapi tantangan saat ini dan krisis di masa depan,” ujarnya.

Dia menambahkan percepatan peralihan menuju energi bersih domestik akan meningkatkan ketahanan terhadap guncangan geopolitik.

Komisi Eropa menambahkan bahwa berbagai instrumen pendanaan Uni Eropa, termasuk fasilitas pemulihan dan ketahanan serta dana kohesi, perlu dimanfaatkan lebih cepat.

Di sisi lain, investasi swasta dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan transisi energi yang diperkirakan mencapai €660 miliar per tahun hingga 2030.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
PSSI Masih Malu-malu, Padahal Timnas Oman Sudah Kasih Tau Lawan Timnas Indonesia di FIFA Matchday
• 51 menit laluviva.co.id
thumb
Justin Gaethje Akhirnya Buka-bukaan Situasi Sebenarnya di Balik Batalnya Duel Ilia Topuria vs Islam Makhachev
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Plt Sekjen MPR Apresiasi Wawasan Kebangsaan Peserta LCC Empat Pilar Riau
• 3 jam laludetik.com
thumb
Perempuan RI Didorong Naik Kelas, dari Pasar Lokal ke Pemain Global
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Tekan Kenaikan Harga Tiket Pesawat, Pemerintah Berikan Fasilitas Lewat Insentif Pajak
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.