Bisnis.com, JAKARTA — Pengembang kawasan Gading Serpong, Paramount Land, memacu penjualan di segmen komersial seiring dengan matangnya pertumbuhan residensial di kawasan tersebut.
Presiden Direktur Paramount Land, M. Nawawi mengatakan sepanjang dua bulan pertama 2026, perusahaan telah membukukan marketing sales sekitar Rp500 miliar. Capaian ini menjadi pijakan awal setelah pada 2025 lalu perusahaan mencatat realisasi sekitar 95% dari target Rp4,5 triliun, yang sebelumnya sempat direvisi turun dari Rp6,5 triliun.
Selain dari hunian, Paramount Land juga mengincar pertumbuhan di segmen komersial.
"Saat ini penyesuaian terhadap preferensi pasar menjadi faktor utama dalam menentukan waktu peluncuran proyek baru," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (24/6/2026).
Berdasarkan data Knight Frank mengatakan tren outdoor is the new indoor menjadi salah satu indikator pergeseran arah industri. Pengunjung kini tidak lagi sekadar mencari tempat berbelanja, melainkan ruang interaksi sosial dengan pengalaman yang lebih terbuka, fleksibel, dan terintegrasi dengan gaya hidup.
Hal ini mendorong pengembangan ruang terbuka, area kuliner, serta konsep open-air lifestyle dalam proyek-proyek komersial baru.
Pendekatan tersebut terbukti lebih mampu bertahan dalam fase pemulihan ekonomi.
Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, menjelaskan tren tersebut mulai diadaptasi oleh pengembang dalam merilis proyek komersial.
Manajemen memberikan opsi multi-tenancy, di segmen komersial Pasadena Square South. Dengan demikian pemilik dapat menyewakan setiap lantai kepada tenant yang berbeda, memberikan opsi pengembangan bisnis yang lebih lengkap, luas, dan beragam.
"Kami juga mempertimbangkan kehadiran giant anchor tenant berupa hypermarket dan electronic megastore di atas lahan seluas satu hektare, serta sentra kuliner, dan pengembangan kavling komersial ke depan di Pasadena Square South," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (25/4/2026).
Henry Napitupulu, Direktur Planning & Design Paramount Land, mengatakan untuk menarik trafik pengunjung yang tinggi, pihaknya juga akan menyediakan ruang terbuka yang nyaman.
Tak hanya itu, di Pasadena Central District dan dilengkapi fasilitas pop up store. Penyelenggaraan acara di pop-up store, tetap berperan penting dalam mendorong arus pengunjung.
Country Head Knight Frank Indonesia, Willson Kalip menilai bahwa segmen komersial dengan konsep inovatif, lokasi strategis, serta kurasi tenant yang tepat cenderung lebih mampu bertahan di tengah pemulihan pasar.
Dari sisi kinerja, sektor food & beverage (FnB) masih menjadi pendorong utama pertumbuhan. Hal ini mencerminkan kemampuan adaptasi pelaku industri dalam merespons perubahan pasar.
Perubahan perilaku konsumen, Generasi Z cenderung lebih memilih berbelanja secara daring dan mengalokasikan pengeluaran secara lebih selektif, dengan fokus pada pengalaman dibandingkan pembelian produk bernilai besar.
Ke depan, prospek sektor ritel dan komersial akan sangat ditentukan oleh kemampuan pelaku usaha dalam mengintegrasikan pengalaman fisik dan digital, memilih lokasi secara presisi, serta menghadirkan konsep yang relevan dengan kebutuhan konsumen yang terus berubah.





