VIVA –Insiden tak terduga terjadi dalam acara jamuan makan malam White House Correspondents’ Association pada Sabtu malam waktu setempat. Dalam insiden itu, seorang pria bernama bernama Cole Tomas Allen berusia 31 tahun berhasil diamankan petugas keamanan.
Kejadian ini menjadi ketiga kalinya presiden Donald Trump berada dalam situasi yang mengancam keselamatannya. Pada insiden kali ini, pelaku dilaporkan berhasil menembus pos pemeriksaan keamanan dan berlari menuju ballroom tempat Trump sedang makan malam bersama ratusan, jurnalis, pejabat pemerintah dan tamu undangan.
Aparat keamanan langsung melepaskan tembakan sebelum akhirnya berhasil menangkap pelaku. Hingga saat ini motif pelaku belum diketahui.
Melansir lamam NY Times, Minggu 26 April 2026, menyusul dengan insiden ini, presiden Donald Trump mengungkap bahwa pekerjaannya sebagai seorang presiden cukup berbahaya.
“Ini profesi yang berbahaya,” kata dia merujuk pada pekerjaannya sebagai pemimpin politik.
Ia membandingkan profesinya dengan pembalap mobil atau penunggang banteng, dan mengatakan bahwa presiden memiliki risiko lebih besar untuk ditembak atau dibunuh.
“Tidak ada yang pernah bilang kalau ini pekerjaan yang seberbahaya ini,” katanya.
Sementara itu, ketika ditanya mengapa dirinya begitu sering menjadi target kekerasan, Trump mengatakan hal itu berkaitan dengan besarnya dampak dari posisinya sebagai presiden.
“Saya sudah mempelajari kasus-kasus pembunuhan politik, dan biasanya orang yang paling berpengaruh dan paling berdampak justru jadi target. Orang-orang yang membuat perubahan besar, merekalah yang diburu,” kata dia.
Dalam kesempatan itu, Trump juga menyebut bahwa insiden ini memperkuat alasannya untuk membangun ballroom senilai 400 juta dolar atau setara Rp 6,4 triliun di Gedung Putih. Ballroom tersebut kata dia akan dilengkapi sistem keamanan terbaru.
“Gedung itu (lokasi penembakan di Hotel Hilton) tidak terlalu aman. Kita butuh ballroom (dengan sistem keamanan tinggi) tu. Kaca antipeluru,” kata dia.
Sebagai informasi, berdasarkan penyelidikan diketahui tidak ada detector logam di pintu masuk hotel tersebut dan perimeter pengamanan baru dibentuk lebih dekat ke ballroom hotel Hilton. Sebuah video CCTV yang dibagikan Trump menunjukkan pelaku berlari melewati pos keamanan sebelum mencapai ballroom.





