Washington: Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan telah mencegat sebuah kapal yang masuk daftar sanksi di perairan Laut Arab dan memaksanya berbalik arah menuju Iran sebagai bagian dari penegakan blokade maritim Washington di sekitar Selat Hormuz.
Melalui pernyataan di platform X yang dikutip Anadolu, Minggu, 26 April 2026, CENTCOM menyebut kapal dagang M/V Sevan merupakan salah satu dari 19 kapal “armada bayangan” yang dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS karena diduga mengangkut produk energi Iran secara ilegal ke pasar internasional.
Menurut militer AS, kapal tersebut terlibat dalam pengiriman minyak, gas, propana, dan butana Iran senilai miliaran dolar.
Operasi pencegatan dilakukan oleh helikopter Angkatan Laut AS yang diterbangkan dari kapal perusak rudal berpemandu USS Pinckney (DDG 91). CENTCOM menyatakan kapal berhasil dicegat dan kini mematuhi instruksi militer AS untuk kembali ke Iran di bawah pengawasan ketat.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan Washington untuk memperketat sanksi ekonomi dan memberlakukan blokade terhadap aktivitas perdagangan energi Iran.
Sejak operasi blokade dimulai, militer AS mengklaim telah mengalihkan sedikitnya 37 kapal yang berupaya masuk atau keluar dari pelabuhan Iran di sekitar Selat Hormuz.
Hingga kini, pihak militer belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kondisi awak kapal maupun status muatan setelah operasi berlangsung.
Baca juga: Pelayaran Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, Hanya Lima Kapal yang Melintas dalam 24 Jam




