CELEBESMEDIA.ID, Makassar — Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar 1447 H/2026 M, H Ikbal Ismail, menyampaikan tiga pesan utama saat melepas jemaah haji asal Kabupaten Pinrang yang tergabung dalam Kloter 8 UPG, Ahad (26/4/2026).
Dalam sambutannya, Ikbal menekankan pentingnya rasa syukur, menjaga kesehatan, dan mematuhi aturan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Ia mengingatkan bahwa kesempatan berhaji merupakan anugerah yang tidak semua umat Islam peroleh, mengingat panjangnya antrean keberangkatan di Indonesia.
“Banyak orang yang masih menunggu giliran, tetapi hari ini kita dipilih oleh Allah SWT untuk berangkat. Oleh karena itu, perbanyaklah rasa syukur dan doa,” ujarnya.
Ikbal juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik selama perjalanan panjang menuju Madinah yang diperkirakan memakan waktu sekitar sembilan jam. Ia meminta jemaah memanfaatkan waktu di pesawat untuk beristirahat agar tetap bugar setibanya di Tanah Suci.
Selain itu, kekompakan antarjemaah menjadi perhatian. Ketua regu dan rombongan diminta saling memperhatikan, khususnya kepada jemaah lanjut usia. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama merupakan bagian dari upaya meraih haji mabrur.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah dan Indonesia selama berada di Arab Saudi. Ikbal menyoroti aturan ketat pemerintah setempat, termasuk larangan berfoto di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.
“Peraturan di sana sangat ketat. Jangan sampai kita melanggar, karena itu akan berdampak pada nama baik kita semua,” tegasnya.
Jemaah juga diminta mengikuti arahan petugas kloter demi kelancaran dan keselamatan selama ibadah. Ikbal berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur.
Di akhir sambutan, ia mengingatkan pentingnya meluruskan niat semata-mata untuk memenuhi panggilan Allah SWT sebagai kunci kesempurnaan ibadah haji.
Sementara itu, Ketua Kloter 8 yang juga Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kakan Kemenag) Pinrang, Idris Muhammad, menyebut jumlah jemaah dalam kloter tersebut mencapai 387 orang, ditambah enam petugas haji. Ia menjelaskan mayoritas jemaah merupakan perempuan.
Idris mengakui sempat ada kendala teknis dalam proses persiapan dan perjalanan menuju asrama haji, namun seluruhnya dapat diatasi tanpa mengganggu kondisi jemaah.
"Ya, ada sih, tapi Alhamdulillah semua teratasi. Ada kendala teknis yang ada, tapi Alhamdulillah," ungkapnya.
Ia berharap seluruh jemaah diberikan kemudahan selama menjalankan ibadah haji.
"Harapan kami semoga dalam perjalanan ibadah ini kami semua diberikan kemudahan dalam segala urusan, diringankan segala beban," pungkasnya.
Para jemaah diharapkan dapat fokus beribadah di Tanah Suci tanpa gangguan, baik kesehatan maupun kendala lainnya.




