Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Palembang
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Apresiasi Daerah Berprestasi Tahun 2026 di Ballroom Wyndham Opi Hotel, Palembang, Sumatera Selatan.
Kegiatan ini menjadi instrumen strategis untuk mendorong iklim kompetitif antarpemerintah daerah (pemda) di wilayah Sumatera guna mempercepat peningkatan kinerja dan inovasi.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa dengan jumlah pemda yang besar dan beragam, peningkatan kinerja daerah bukan perkara sederhana.
Ia menilai capaian antarwilayah masih bervariasi sehingga perlu terus didorong melalui kompetisi yang sehat.
“Ada kepala daerah yang bagus, ada yang rata-rata, dan ada juga yang masih perlu meningkatkan kemampuannya,” ujar Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 26 April 2026.
Ia juga menekankan pentingnya publikasi terhadap capaian positif pemda di tengah keterbukaan informasi.
Menurutnya, kinerja yang baik perlu diketahui publik agar menjadi contoh dan dorongan bagi daerah lain.
“Oleh karena itu, perlu ada exposure. Sesuatu yang bagus kalau tidak diberitakan, orang tidak akan tahu,” kata Tito.
Dalam ajang ini, Kemendagri menetapkan empat kategori utama penilaian, yakni penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, serta creative financing.
Pada kategori penurunan tingkat pengangguran, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Solok Selatan sebagai Terbaik I, diikuti Kepulauan Mentawai dan Dairi.
Untuk tingkat kota, Pagar Alam meraih posisi teratas, disusul Tanjung Balai dan Dumai, sementara Bengkulu menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.
Di kategori penanggulangan kemiskinan dan stunting, Kabupaten Mesuji keluar sebagai Terbaik I, diikuti Tapanuli Selatan dan Bengkalis.
Sementara tingkat kota, Sungai Penuh menjadi yang terbaik, disusul Pekanbaru dan Batam, sedangkan Kepulauan Riau meraih penghargaan tingkat provinsi.
Sementara, pada kategori pengendalian inflasi, Kabupaten Tebo meraih posisi teratas, diikuti Musi Rawas Utara dan Labuhanbatu Utara.
Kemudian, tingkat kota, Langsa menjadi yang terbaik, disusul Prabumulih dan Bukittinggi, sementara Bengkulu kembali meraih penghargaan tingkat provinsi.
Adapun pada kategori creative financing, Kabupaten Bintan meraih Terbaik I, diikuti Lampung Selatan dan Batu Bara.
Selanjutnya, tingkat kota, Bandar Lampung menempati posisi pertama, disusul Medan dan Palembang, sementara Sumatera Utara menjadi yang terbaik di tingkat provinsi.
Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah memberikan insentif fiskal kepada para pemenang, yakni Rp1 miliar untuk Terbaik III, Rp2 miliar untuk Terbaik II, serta Rp3 miliar untuk Terbaik I dan tingkat provinsi.
Ke depan, Kemendagri berencana memperluas kegiatan serupa ke lima regional lainnya di Indonesia, dengan Palembang menjadi lokasi pembuka tahun ini.
Langkah ini diharapkan dapat memperkuat budaya kinerja dan inovasi di daerah sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan secara nasional.
Editor: Redaktur TVRINews





