Budidaya Lele di Blora Dukung Program MBG dan Gerakkan Ekonomi Warga

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Blora

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya meningkatkan asupan gizi masyarakat, tetapi juga mendorong terbentuknya rantai pasok pangan lokal berbasis komunitas. 

Di Kelurahan Punden, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, budidaya lele yang dikelola koperasi warga kini menjadi penopang suplai protein untuk dapur MBG sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Budidaya ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kepada Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Punden. 

Bantuan yang diberikan meliputi 24 kolam budidaya, sekitar 60 ribu benih lele, pakan, serta sarana pendukung lainnya.

Pengelola kolam lele sekaligus Wakil Ketua Bidang Usaha KKMP Punden Akhlis Nurfuad mengatakan hasil panen mulai diarahkan untuk memenuhi kebutuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Dalam satu siklus, produksi mencapai dua hingga tiga kuintal dan dilakukan secara bertahap.

“Kalau panen dua kolam, sekitar dua sampai tiga kuintal. Maksimalnya bisa tiap empat hari sekali,” ujar Nurfuad dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 26 April 2026.

Ia menjelaskan kebutuhan dapur MBG umumnya dihitung dalam jumlah ekor, dengan minimal sekitar 2.500 ekor atau setara 2,5 hingga 3 kuintal per suplai.

“Ini sangat bermanfaat karena selain mendukung kebutuhan gizi masyarakat, kami sebagai pembudidaya juga mendapatkan tambahan penghasilan,” ucap Nurfuad.

Ketua KKMP Punden Rohmah Yuli Fridayanti mengatakan pihaknya terus meningkatkan kapasitas produksi agar dapat memasok langsung ke SPPG terdekat, salah satunya SPPG Belurasa Karangjati. 

Saat ini, hasil panen masih dijual secara bertahap kepada pengepul karena volume produksi belum mencukupi.

“Panen awal masih sekitar 180 kilogram, jadi belum berani langsung suplai ke SPPG. Insya Allah panen berikutnya bisa langsung kami salurkan,” tutur Rohmah.

Sementara itu, Lurah Punden Fikri Hidayat menyebut produksi kini mulai berjalan rutin dengan panen harian sekitar 70 hingga 150 kilogram. Untuk sementara, distribusi masih melalui pedagang perantara.

Menurutnya, program ini memberi dampak ganda, tidak hanya meningkatkan ekonomi warga tetapi juga mendukung pemenuhan gizi kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

“Warga sangat terbantu. Program ini juga berkontribusi menurunkan angka stunting di wilayah kami,” kata Fikri.

Ia pun mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap pengembangan koperasi dan budidaya perikanan di tingkat kelurahan.

Program ini menunjukkan bahwa MBG tidak sekadar program konsumsi, tetapi juga mampu menggerakkan sektor produksi lokal. Dengan keterlibatan koperasi dan masyarakat, rantai pasok pangan menjadi lebih mandiri serta berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesan untuk 12 Zodiak: Awal Pekan Waktunya Refleksi Cinta, Kehidupan Pribadi, dan Karier
• 2 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
DXI 2026 Diserbu Pengunjung, Aktivitas Interaktif dan Atraksi Mermaid Jadi Daya Tarik Utama
• 2 jam lalupantau.com
thumb
4 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, PBB Harus Evaluasi Perlindungan Pasukan UNIFIL
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Praka Rico Pramudia Gugur, TNI: Keberanian dan Dedikasi Jadi Teladan Seluruh Prajurit
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Trump: Petugas tertembak dalam insiden jamuan makan, pelaku ditahan
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.