Juara Proliga 2026 ini menjadi gelar keempat JPE, setelah sebelumnya diraih pada 2014, 2018 dan 2025. Perjalanan musim JPE ditandai dengan perkembangan yang konsisten dari fase ke fase. Setelah melalui babak reguler, tim menunjukkan peningkatan dalam kestabilan permainan di Final Four. Kombinasi antara eksekusi taktis dan daya tahan dalam rally panjang menjadi bekal utama yang kemudian dibawa hingga grand final.
Senada dengan ini Chef de Mission Werry Prayogi menegaskan, “Pencapaian ini tentunya bukan kebetulan. Ini hasil dari strategi komposisi tim, kedisiplinan permainan, dan mindset juara yang kami tanamkan dari awal musim. Pada babak puncak, tim mampu bermain dengan baik meski harus beradaptasi dengan format perlombaan baru.”
Persaingan di partai puncak berlangsung kompetitif, namun JPE mampu menjaga permainan dengan stabil. Tim tampil disiplin dalam mengelola ritme, cepat menyesuaikan di tengah perubahan situasi, serta efektif memanfaatkan momen-momen krusial. Peran kolektif pemain, termasuk Megawati Hangestri, Irina Voronkova, dan Wilma Salas, serta oleh Tisya Amallya Putri sebagai pengatur pola serangan, cukup berdampak sehingga dapat membangun selisih poin dengan cepat. Baca juga: Grand Final Proliga 2026: Gim 1 Milik LavAni, Juara Bertahan Bhayangkara Presisi Tertekan Sementara Pelatih JPE, Bulent Karslioglu, menyampaikan bahwa kemenangan di grand final ditopang kontribusi seluruh pemain dan kekuatan bersama tim. Bulent sangat bangga dengan tim bukan hanya karena menang, tetapi juga bisa melalui perjalanan yang dibangun bersama.
“Setiap pemain JPE memiliki peran penting, dan itu terlihat dari bagaimana mereka saling mendukung serta menjaga komunikasi sepanjang musim. Kami juga percaya bahwa tim ini bukan hanya mewakili Indonesia, tetapi juga telah menarik perhatian publik yang lebih luas, termasuk dari berbagai negara. Karena itu, kami ingin selalu memberikan yang terbaik, bukan hanya untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk menunjukkan kualitas permainan kami,” ujarnya.
Rasa syukur dan kebanggan dari hasil kerja keras tim disampaikan oleh Kapten JPE, Tisya Amallya Putri. Sebagai juara bertahan, para pemain JPE paham betul adanya ekspektasi besar terhadap tim dan hal itu justru membuat mereka semakin termotivasi.
“Kami berhasil menjawabnya dengan kerja keras dan kepercayaan satu sama lain di lapangan. Kami persembahkan kemenangan ini kepada suporter-suporter kami yang telah setia mendukung JPE,” imbuh Tisya.
Gelar juara yang diraih secara beruntun ini menjadi pijakan bagi JPE untuk mempertahankan daya saing di musim berikutnya. Selain itu, capaian tersebut turut memperkuat upaya berkelanjutan dalam pengembangan atlet serta peningkatan kualitas kompetisi bola voli nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





