Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Blora
Sejumlah siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora, Jawa Tengah, mengaku terbantu dengan kehadiran program Sekolah Rakyat.
Program sekolah gratis ini dinilai membuka akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu sekaligus memberi harapan baru bagi siswa yang terancam putus sekolah.
Tak hanya itu, Sekolah Rakyat juga menjadi solusi bagi sebagian siswa yang sempat menghadapi tekanan ekonomi hingga diarahkan pada pernikahan dini.
Takifanur Salma, siswi kelas X SRMA 18 Blora mengatakan ia kini bisa melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua yang bekerja sebagai buruh tani.
“Kedua orang tua saya buruh tani. Mereka sulit mencari biaya sekolah. Dengan adanya SRMA ini saya berharap bisa bersekolah dengan baik dan meraih prestasi,” ujar Salma dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 26 April 2026.
Salma mengaku fasilitas yang lengkap membuatnya bisa fokus belajar. Ia mendapatkan seragam, laptop, ruang kelas dan asrama yang nyaman, serta makan tiga kali sehari dan makanan ringan dua kali sehari.
“Saya juga belajar lebih percaya diri dan yakin bisa meraih cita-cita menjadi dokter,” kata Salma.
Hal serupa disampaikan Citra Lestari. Ia sempat tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan ekonomi, bahkan hampir dinikahkan oleh orang tuanya.
“Saya dulu tidak melanjutkan sekolah karena biaya. Bahkan sempat mau dinikahkan, tapi saya tidak mau karena ingin sekolah,” ucap Citra.
Kini, melalui Sekolah Rakyat, Citra bisa kembali belajar dan mengejar cita-citanya menjadi guru bahasa Indonesia. Ia juga aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seperti KIR, PMR, menari, dan TIK.
“Di sini saya bisa belajar dengan baik, punya teman seperti saudara, dan guru-gurunya juga menyenangkan,” tutur Citra.
Sementara itu, Rina Ayu Mesaroh menceritakan kondisi keluarganya yang harus kehilangan rumah akibat utang. Ia kini tinggal bersama neneknya karena keterbatasan ekonomi orang tua.
“Penghasilan orang tua tidak menentu. Ibu buruh tani, ayah serabutan. Tapi di sini saya mendapatkan fasilitas yang sangat membantu,” ujar Rina.
Rina mengenal Sekolah Rakyat dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Ia merasa terbantu karena kebutuhan pendidikan dan hidupnya kini tercukupi, sehingga bisa fokus belajar dan mengejar cita-cita menjadi apoteker.
Ketiga siswa tersebut berharap program Sekolah Rakyat dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini dinilai tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis, tetapi juga menjadi jalan keluar bagi anak-anak untuk tetap bersekolah, menghindari pernikahan dini, serta membuka peluang meraih masa depan yang lebih baik.
Editor: Redaktur TVRINews





