JAKARTA, KOMPAS - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 menghadirkan inovasi baru untuk memudahkan jemaah Indonesia selama berada di Makkah. Salah satunya dengan menerapkan sistem penomoran akomodasi berbasis sektor.
Langkah ini dinilai praktis, terutama bagi jemaah yang kesulitan mengingat nama hotel yang umumnya berbahasa asing. Kepala Daerah Kerja Makkah PPIH Arab Saudi, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang sederhana namun efektif.
"Angka pertama menunjukkan sektor, kemudian angka kedua dan seterusnya merupakan urutan hotel," ujarnya dikutip Antara, Minggu (26/4/2026).
Baca Juga: Pelaku Penembakan di Gedung Putih Ditangkap, Trump Bagikan Foto Terduga Pelaku! | KOMPAS PETANG
Dengan metode ini, jemaah cukup mengingat angka, bukan nama hotel.
Contoh penerapan:
- Nomor 132 → Sektor 1, hotel urutan ke-32
- Nomor 222 → Sektor 2, hotel urutan ke-22
Terintegrasi dengan 10 Sektor Penginapan
Sistem penomoran ini terhubung langsung dengan pembagian wilayah akomodasi di Makkah yang terbagi dalam 10 sektor. Secara keseluruhan, terdapat:
- 177 hotel untuk jemaah haji reguler
- Tersebar di lima kawasan utama:
- Syisyah
- Raudhah
- Misfalah
- Jarwal
- Aziziyah
Pendekatan ini juga mempermudah koordinasi antara jemaah dan petugas di lapangan. Pemahaman terhadap nomor hotel bukan sekadar memudahkan mencari penginapan, tetapi juga berkaitan langsung dengan layanan transportasi.
Nomor sektor menentukan rute bus shalawat menuju Masjidil Haram yang beroperasi 24 jam. Dengan mengetahui sektor, jemaah dapat lebih mudah:
- Menentukan titik naik bus
- Menghindari salah rute
- Menghemat waktu perjalanan ibadah
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- haji 2026
- hotel makkah
- jamaah indonesia
- sektor haji
- akomodasi haji
- ppih arab





