Jatim Siap Dukung Proyek Tanggul Laut Pantura

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Abdul Hayyu

TVRINews, Surabaya

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan mendukung percepatan pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur dari target 20 tahun menjadi 15 tahun. Percepatan dinilai penting seiring meningkatnya risiko di kawasan pesisir.

"Diperlukan intervensi infrastruktur berskala besar yang terintegrasi dengan kebijakan lingkungan dan sosial," kata Khofifah saat menerima Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, Didit Herdiawan Ashaf di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu, 26 April 2026.

Fokus pembangunan GSW di Jawa Timur mencakup tiga wilayah strategis, yakni Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Gresik. Kawasan tersebut tergolong zona pesisir dengan tingkat kerentanan tinggi akibat penurunan muka tanah, banjir rob, serta tekanan aktivitas industri.

Secara kelembagaan, Gubernur Jawa Timur bersama kepala daerah di tiga wilayah tersebut tergabung dalam Dewan Pengelola Pantura Jawa sesuai Perpres Nomor 77 Tahun 2025. Posisi ini memberi ruang peran langsung daerah dalam pengambilan keputusan nasional, terutama dalam sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah.

"Jawa Timur sebagai aktor kunci dalam pengelolaan Pantura Jawa," jelasnya.

Khofifah menjelaskan wilayah pesisir utara Jawa Timur menghadapi tekanan multidimensi. Penurunan muka tanah mencapai 1–2 sentimeter per tahun, disertai kenaikan muka air laut dan gelombang pasang ekstrem. Kondisi ini meningkatkan risiko banjir rob, abrasi, serta potensi krisis air bersih.

"Termasuk kerentanan sosial meningkatnya jumlah penduduk terdampak banjir rob dan degradasi kualitas hidup masyarakat pesisir," katanya.

Dampak lain mencakup kerugian ekonomi akibat gangguan aktivitas pelabuhan, industri, dan logistik nasional, serta ancaman terhadap lahan pertanian produktif di kawasan pesisir.

"Pembangunan GSW ini, lanjutnya, juga sebagai upaya perlindungan aset strategis nasional seperti pelabuhan, kawasan industri, dan infrastruktur vital nasional di Pantura," imbuhnya.

Menurut Khofifah, GSW tidak hanya bersifat protektif, tetapi juga transformasional melalui revitalisasi kawasan pesisir, peningkatan konektivitas, serta modernisasi sektor perikanan.

"Ini menegaskan posisi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara berbasis ketahanan wilayah," tegasnya.

Selain tiga wilayah utama, Khofifah juga menyoroti kawasan pesisir utara Pulau Madura, meliputi Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep yang dinilai memiliki tingkat kerentanan serupa.

"Saya rasa wilayah pantai utara Madura mulai Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep ini juga kerentanannya perlu diintervensi," ujarnya.

Sementara itu, Didit Herdiawan Ashaf menyampaikan kunjungan ini membahas pengembangan kampung nelayan merah putih serta pembangunan tanggul laut di Pantura Jawa Timur. Saat ini, proses penelitian dan penilaian masih berlangsung.

"Banyak ya kita intervensi untuk tahun depan tapi yang sekarang sudah ada beberapa titik (kampung nelayan) yang sudah dibangun salah satunya ada di Gresik dan Malang Selatan," kata Didit.

Proyek Giant Sea Wall menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memperkuat ketahanan wilayah pesisir sekaligus menjaga stabilitas ekonomi dan lingkungan di Jawa Timur.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IVAXCON 2026 serukan urgensi vaksin lindungi kesehatan lintas generasi
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Pegadaian Championship: Dilatih Leonard Tupamahu, Ambisi Persiba Jegal PSS
• 16 jam lalubola.com
thumb
Fakta Penyiksaan Daycare Little Aresha: Bayi Diikat Kaki dan Tangan Sampai Dikurung di Kamar Mandi
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
Waspada! Gelombang Sangat Tinggi 4 Meter Potensi Terjang Perairan RI pada 26-29 April
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Pengamat nilai program magang nasional jadi angin segar lulusan baru
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.