GAZA, DISWAY.ID -- Gencatan senjata antara militer Israel dan Hamas berlangsung sejak Oktober 2025 lalu. Tapi itu bukan pantangan bagi mereka untuk menyerang Jalur Gaza.
Melansir laporan Al Jazeera, Ahad, 26 April 2026, menurut petugas medis dan pejabat kesehatan setempat mengatakan serangan terbaru Israel telah menewaskan empat warga sipil Palestina.
Seorang petugas medis menyebutkan, satu orang tewas ketika serangan udara Israel membombardir kawasan Desa al-Mughraq di Gaza tengah.
BACA JUGA:Profil Cole Allen Pelaku Penembakan di Jamuan Makan Malam Trump, Ternyata Guru Bimbel
Sementara dua orang lainnya tewas akibat tembakan dan serangan artileri di dekat Kota Gaza.
Tak berhenti di situ. Seorang petugas kesehatan melaporkan dari Gaza selatan, pasukan Israel menembak mati seorang wanita berusia 40 tahun di Khan Younis.
Israel sendiri memberikan tanggapan atas peristiwa tersebut. Mereka membenarkan serangan itu.
Tetapi mereka berdalih bahwa telah membunuh beberapa pejuang Hamas di Gaza sejak Jumat, 24 April 2026.
Namun demikian, klaim itu tidak disertai dengan bukti-bukti konkrit.
Dari Kota Gaza, Reporter Al Jazeera, Hind Khoudary melaporkan ada tiga warga Palestina ditembak dengan drone quadcopter tak jauh dari bundaran al-Kuwait.
BACA JUGA:Trump Rilis Tampang Pelaku Penembakan Makan Malam Gedung Putih, Kok Bisa Secret Service Kecolongan?
Aksi penembakan militer Israel juga disebut terjadi di dekat Koridor Netzarim. Area ini merupakan perbatasan Gaza utara dan selatan.
"Terjadi juga pelanggaran dan penyerbuan terhadap orang-orang di sini selama berhari-hari.
"Serangan udara datang setiap hari, drone terus menerus meneror dari atas langit dan pembatas-pembatas kuning [milik Israel] terus masuk ke Jalur Gaza," bebernya.
Sang reporter manambahkan blok-blok pembatas Israel berwarna kuning menjadi zona terlarang bagi warga Palestina.
- 1
- 2
- »





