Penulis: Tri Hartanto
TVRINews, Yogyakarta
Aksi penanaman pohon di koridor hijau Jalan Tol Solo–Yogyakarta–New Yogyakarta International Airport segmen Prambanan–Purwomartani menjadi bagian dari implementasi Gerakan Nasional Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB). Kegiatan ini mengintegrasikan pembangunan infrastruktur transportasi dengan fungsi ekologis guna mendukung keberlanjutan lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, serta Rektor Universitas Gadjah Mada Ova Emilia.
Dalam sambutannya, Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan kegiatan ini harus menjadi kebijakan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ia menekankan pembangunan tidak hanya berorientasi fisik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan dan kelestarian lingkungan.
“Infrastruktur dibangun memang untuk pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus dibarengi dengan semangat membangun lingkungan , jadi tidak boleh kita hanya mengedepankan pembangunan fisik serba benda kemudian kita tidak menyentuh aspek kesejahteran masyarakat dan juga tidak menyentuh aspek keberlanjutan lingkungan kita, jadi mudah-mudahan insiatif ini bisa kita kawal terus dengan kebijakan-kebijakan sektoral tetapi juga lintas pemerintah pusat dan daerah, kolaborasi semacam ini saya rasa kita butuhkan,” ujar AHY, Sabtu, 25 April 2026.
Direktur Utama PT Jasa Marga Tol Jogja–Solo, Rudi Hardiansyah, menjelaskan penanaman pohon bertujuan menekan polusi udara di sepanjang ruas tol. Jenis tanaman dipilih tidak hanya berdasarkan kemampuan menyerap polusi, tetapi juga mencerminkan karakter lokal, seperti pohon asam jawa.
Penanaman dilakukan di titik yang telah selesai konstruksi. Hingga kini, progres pembangunan ruas Prambanan–Purwomartani mencapai sekitar 94,5 persen. Lebih dari 3.500 pohon telah ditanam di sepanjang ruas tol yang beroperasi.
“sesuai dengan rencananya kita akan melakukan pembangunan jalan tol disertai dengan penanaman pohon-pohonnya, cuman memang kita baru bisa melakukan penanaman itu di lokasi yang sudah selesai secara kontruksi seperti disini kebetulan sedikit lagi selesai, sudah 94,8 persen,” jelas Rudi.
Rektor UGM, Ova Emilia, menyampaikan kesiapan kampus untuk berkolaborasi dalam pengembangan RTHB, khususnya dalam pemilihan tanaman yang mendukung penyerapan emisi karbon dan menjaga tanaman endemik.
“misalnya adalah untuk bagaimana pemilihan tanaman-tanaman yang cocok untuk mendukung emisi dan penyerapan karbon itu sendiri dan kemudian juga bagaimana tanaman-tanaman endemic yang harus dipertahankan disuatu daerah yang saya kira ini merupakan suatu potensi yang luar biasa, dan kami siap untuk berkolaborasi pengembangan tersebut,” ujarnya.
Kegiatan ini juga melibatkan Fakultas Kehutanan UGM dalam menentukan jenis tanaman yang tepat untuk mendukung penyerapan karbon serta menjaga keanekaragaman hayati. Kolaborasi lintas sektor diharapkan memperkuat implementasi Gerakan Nasional Ruang Terbuka Hijau dan Biru di berbagai daerah.
Editor: Redaktur TVRINews





