Dunia Ramai Komentari Penembakan di AS yang Bikin Trump Dievakuasi

cnbcindonesia.com
21 jam lalu
Cover Berita
Foto: Seorang agen Secret Service Amerika Serikat (AS) dilaporkan tertembak di acara White House Correspondents' Dinner pada Sabtu (26/4/2026) malam. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Daftar Isi
  • Israel
  • AS
  • Australia
  • Kanada
  • Meksiko
  • Pakistan
  • India
  • Venezuela

Jakarta, CNBC Indonesia - Insiden penembakan terjadi di acara makan malam koresponden Gedung Putih di Washington, DC, yang membuat Presiden Donald Trump harus dievakuasi dari lokasi. Peristiwa ini memicu reaksi cepat dari berbagai negara, termasuk Israel yang langsung menyatakan solidaritas.

Melansir Al Jazeera, seorang pria bersenjata berhasil menerobos pos pemeriksaan keamanan di luar ruang dansa tempat acara gala media tahunan yang digelar pada Sabtu malam. Pelaku kemudian dilumpuhkan oleh agen Secret Service AS dengan tembakan.

Baca: Belasan Ilmuwan AS Mati & Hilang Misterius, Ini Daftarnya

CBS News melaporkan, terduga pelaku menyebut dirinya menargetkan pejabat pemerintahan Trump.


Negara-negara di dunia pun merespons kejadian tersebut. Lantas apa katanya?

Israel

Di tengah situasi tersebut, para pejabat Israel menjadi salah satu yang paling cepat merespons. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar menegaskan dukungan penuh negaranya kepada Amerika Serikat.

"Israel berdiri bahu-membahu dengan Amerika Serikat dan Trump," kata Sa'ar, melansir dari Al Jazeera, dikutip Minggu (26/4/2026).

Ia bahkan mengutuk dengan sekeras-kerasnya insiden penembakan tersebut. "Nol toleransi untuk kekerasan politik," tambah Sa'ar.

Senada, Presiden Isaac Herzog juga menyampaikan keprihatinan sekaligus rasa lega atas kondisi pasca kejadian.

"Dari Tanah Suci, kami berdoa untuk keselamatan dan keamanan Amerika Serikat dan para pemimpinnya setelah serangan keji ini," kata Herzog.

Ia juga menyebut petugas penegak hukum AS yang tertembak dalam insiden tersebut kini dalam kondisi aman dan sedang menjalani pemulihan.

AS

Sementara itu di dalam negeri AS, insiden ini menuai kecaman luas dari berbagai kalangan politik. Ketua DPR Mike Johnson mengatakan dirinya dan keluarga "berdoa untuk negara kita malam ini".

Pemimpin Fraksi Demokrat di DPR dari New York, Hakeem Jeffries menegaskan "Kekerasan dan kekacauan di Amerika harus diakhiri."

Wali Kota Washington, DC, Muriel Bowser, juga mengapresiasi respons cepat aparat keamanan.

Dia "sangat berterima kasih kepada anggota penegak hukum yang telah menjalankan tugas mereka ... dan memastikan semua tamu aman".

Bowser mengatakan, tidak ada alasan langsung untuk percaya bahwa siapapun selain pelaku penembakan terlibat dalam serangan itu.

Di lokasi kejadian, koresponden senior Gedung Putih Weijia Jiang yang duduk di dekat Trump menyoroti pentingnya peran jurnalisme di tengah krisis.

"Ketika ada keadaan darurat, kita bergegas menuju krisis, bukan menjauhinya," ucap Jiang.

"Pada malam ketika kita merenungkan kebebasan yang dijamin oleh Amandemen Pertama, kita juga harus memikirkan betapa rapuhnya kebebasan itu," katanya.

"Syukurlah semua orang selamat, dan terima kasih telah berkumpul malam ini. Kita akan melakukannya lagi," sambung dia.

Dinner pada Sabtu (26/4/2026) malam. (REUTERS/Elizabeth Frantz)" title="Seorang agen Secret Service Amerika Serikat (AS) dilaporkan tertembak di acara White House Correspondents' Dinner pada Sabtu (26/4/2026) malam." />Foto: Seorang agen Secret Service Amerika Serikat (AS) dilaporkan tertembak di acara White House Correspondents' Dinner pada Sabtu (26/4/2026) malam. (REUTERS/Elizabeth Frantz)
Australia

Respons global juga mengalir dari sejumlah pemimpin dunia. Perdana Menteri Australia Antony Albanese menyatakan:

"Saya senang mendengar bahwa Presiden dan Ibu Negara, beserta semua peserta White House Correspondents' Dinner, dalam keadaan aman," katanya.

Kanada

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menambahkan: "Kekerasan politik tidak memiliki tempat dalam demokrasi mana pun, dan saya turut berempati kepada semua orang yang terguncang oleh peristiwa yang mengganggu ini."

Meksiko

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum juga menegaskan, "Kekerasan tidak boleh pernah menjadi jalan keluar".

Pakistan

Dari Asia, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan ia "sangat terkejut dengan insiden penembakan yang mengganggu" dan berharap Trump tetap aman.

Wakil Perdana Menteri Pakistan Ishaq Dar menambahkan: "Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan, yang merupakan musuh diplomasi dan tidak dapat ditoleransi dalam masyarakat beradab mana pun. Kami menyampaikan harapan terbaik kami kepada (presiden) dan rakyat Amerika," kata Dar.

Baca: Robert Kiyosaki Ungkap 3 Aset Ini Wajib Dimiliki Saat Perang Dunia
India

Perdana Menteri India Narendra Modi juga menyampaikan: "Kekerasan tidak memiliki tempat dalam demokrasi dan harus dikutuk tanpa syarat."

Venezuela

Sementara itu, dari Venezuela, Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez menyatakan: "Kami mengutuk keras upaya serangan terhadap Presiden Donald Trump dan istrinya, Melania Trump."

Insiden ini terjadi di tengah acara yang dihadiri ratusan pejabat, jurnalis, dan tokoh publik, termasuk Ibu Negara Melania Trump dan Wakil Presiden JD Vance. Hingga kini, seluruh tamu dilaporkan selamat, sementara aparat terus melakukan evaluasi terhadap kejadian tersebut.


(wur) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Ditanya Soal Serangan Iran, Trump Ungkit Serangan Pearl Harbor

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Purbaya Sebut IHSG Bakal Capai 28.000, Ini Respons Airlangga
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Maia-Irwan hingga Dhani-Mulan Ikut Berdansa di Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju
• 8 jam laluintipseleb.com
thumb
Jenazah Praka Rico Pramudia Dibawa ke Jakarta Sebelum Dipulangkan ke Medan
• 6 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Foto: 70 Peserta dari Seluruh Dunia Adu Jago Tiru Suara Burung Camar di Belgia
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Cerita RW di Bekasi Kelola Dana Hibah Rp 100 Juta, dari Tenda hingga CCTV
• 1 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.