Palangka Raya, tvOnenews.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) belum lama ini menyambut kedatangan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam rangka kunjungan kerja sekaligus misi dagang pada Kamis (23/4/2026).
Penyambutan berlangsung di VIP Room Isen Mulang, Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Rombongan Gubernur Jawa Timur disambut langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Wakil Gubernur, serta Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng, Linae Victoria Aden.
Agenda kunjungan ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dan kerja sama strategis antara kedua provinsi, terutama di sektor ekonomi, pemenuhan kebutuhan pokok, serta penguatan ketahanan pangan.
Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran dalam sambutannya menekankan bahwa potensi daerah tidak hanya bertumpu pada sektor tambang dan kehutanan, tetapi juga mencakup pariwisata serta kekayaan flora dan fauna yang belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kalteng sangat menjanjikan dalam sumber daya alam. Semua flora dan faunanya ada. Kalau mau jual pariwisata, sebenarnya lebih hebat dari Bali,” ungkap H. Agustiar Sabran, dikutip Minggu (26/4/2026).
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut dan mendorong kemandirian ekonomi, Pemprov Kalteng telah menyusun strategi pembangunan berbasis tiga zona wilayah, yakni Zona Barat, Zona Tengah, dan Zona Timur. Saat ini, pemerintah daerah juga tengah mendorong masuknya investasi riil guna meningkatkan nilai tambah komoditas mentah.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan antusiasmenya terhadap pelaksanaan misi dagang ini. Ia menilai kerja sama dengan Kalimantan Tengah selama ini selalu memberikan dampak positif.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan perekonomian Kalimantan Tengah ditopang oleh lima sektor utama, yaitu pertanian, perdagangan, industri pengolahan, konstruksi, dan pertambangan.
Meski mencatat pertumbuhan positif, H. Agustiar Sabran mengakui masih terdapat tantangan dalam rantai pasok. Hingga kini, kebutuhan barang di Kalteng masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, khususnya Pulau Jawa. Kondisi tersebut menjadikan kolaborasi ekonomi dengan Jawa Timur semakin penting.
“Kami menyadari struktur ekonomi daerah masih menghadapi tantangan pasokan barang dari luar daerah, khususnya Jawa, serta dinamika ekonomi global. Kami berharap forum ini dapat membangun kemitraan berkelanjutan antara pelaku usaha Kalteng dan Jawa Timur, ” ujarnya




