Kontingen UNIFIL menggelar upacara penghormatan, untuk mengenang gugurnya Prajurit TNI Kopral Rico Pramudia (31), yang gugur pada Jumat (24/2). Upacara itu digelar di Beirut, dan dipimpin langsung oleh Kepala Misi dan Komandan UNIFIL, Mayjen Diodato Abagnara.
Rico, tewas akibat luka parah yang ia derita setelah ledakan proyektil pada akhir Maret lalu.
"Kamu datang ke sini, jauh dari rumah, mengabdi di bawah bendera PBB, untuk membawa perdamaian di kawasan ini. Di sini, di Lebanon selatan, kamu telah memberikan segalanya," kata Abagnara, dikutip dari situs resmi UNIFIL, Minggu (26/4).
"Hormat kami atas segala pengorbananmu untuk perdamaian di tanah ini," kata Abagnara.
Dalam pesan selanjutnya, Abagnara juga menyatakan akan selalu memegang misi UNIFIL ke depan. Ini adalah bentuk penghormatan mereka kepada Rico.
"Sebagai sesama pasukan perdamaian, kita terus membawa misi ke depan. Kita akan tetap teguh. Kita tetap bersatu, kita tetap waspada. Ini adalah cari kami menghormatimu. Kamu akan kami kenang, di setiap langkah kami, di setiap komitmen, dan panggilan tugas kami," kata Abagnara.
UNIFIL menjelaskan, Rio meninggalkan istri dan anak laki-lakinya yang masih kecil. Ia baru bertugas di Lebanon April tahun lalu, dan merupakan penugasan luar negeri pertama Rico.
Dalam upacara itu, hadir pula Duta Besar Indonesia untuk Lebanon Dicky Komar, perwakilan Kementerian Pertahanan Nasional dan Angkatan Bersenjata Lebanon Brigjen Maroun Azzi, dan perwakilan kontingen Indonesia untuk UNIFIL Kolonel Allan Surya Lesmana.




