Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan di gala diner yang diadakan Gedung Putih menulis manifesto soal kebencian terhadap Kristen. Dia mengatakan pelaku adalah orang yang bermasalah.
"Orang itu orang sakit. Ketika Anda membaca manifestonya, dia membenci orang Kristen," kata Trump kepada Fox News seperti dilansir AFP, Minggu (26/4/2026).
Trump mengatakan saudara pelaku mengeluhkan hal tersebut. Dia mengatakan bahkan keluarga mengeluhkan soal pelaku ke penegak hukum.
"Saudara perempuannya atau saudara laki-lakinya sebenarnya mengeluh tentang itu. Anda tahu, mereka bahkan mengeluh kepada penegak hukum. Dia orang yang sangat bermasalah," katanya.
Insiden penembakan ini terjadi pada Sabtu (25/4) malam, saat Trump menghadiri makan malam dengan asosiasi jurnalis Gedung Putih di hotel Hilton Washington DC. Penembakan kemudian terjadi di luar ballroom yang menjadi lokasi acara.
Orang-orang yang hadir di dalamnya diarahkan untuk sembunyi di bawah meja atau merebahkan tubuh di lantai. Agen secret service langsung berlarian ke arah Trump dan Melania yang ada di atas panggung.
Mereka langsung mengevakuasi keduanya. Selain Trump, Wapres AS JD Vance juga langsung dievakuasi.
Agen keamanan juga tampak mengevakuasi Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Robert F Kennedy dan Menteri Keuangan AS Scott Bessent. Mereka dibawa ke lokasi aman.
Pelaku penembakan telah ditangkap dan diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen. Dia merupakan pria berusia 31 tahun dari California.
(lir/lir)




