Bisnis.com. JAKARTA - PT Freeport Indonesia (PTFI) akan mendapatkan pembayaran klaim asuransi terkait insiden longsor di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC), Papua Tengah, senilai US$700 juta atau sekitar Rp12,09 triliun (asumsi kurs Rp17.278 per US$).
Pada kuartal I/2026, Freeport-McMoRan Inc (FCX), induk PTFI, telah mencatatkan piutang penyelesaian klaim asuransi senilai US$700 juta tersebut dalam laporan laba rugi konsolidasi (unaudited).
Penyelesaian klaim asuransi tersebut sesuai polis asuransi properti dan gangguan bisnis yang dimiliki Freeport.
"Pada kuartal ini, kami mencapai kesepakatan dengan penyedia asuransi untuk pemulihan klaim sebesar US$700 juta, yang merupakan batas maksimum sesuai polis," ujar President & Director Freeport-McMoRan Kathleen Quirk dalam earning call kinerja FCX kuartal I/2026, dikutip Senin (27/4/2026).
Quirk mengatakan, PTFI diperkirakan akan menerima pembayaran dari penyelesaian klaim tersebut pada kuartal II/2026.
Adapun, insiden luncuran material basah di tambang GBC pada 8 September 2025, membuat PTFI menunda produksi dalam jangka pendek, yakni pada kuartal IV/2025 dan 2026, untuk penyelesaian perbaikan dan pemulihan operasi secara bertahap. Berdasarkan proyeksi perusahaan, tingkat produksi di level sebelum insiden baru akan tercapai kembali pada 2027.
FCX pun mengambil langkah antisipasi dengan mengajukan klaim asuransi properti dan gangguan bisnis untuk membantu pemulihan operasi dan menanggulangi kerugian.
Adapun, kinerja produksi PTFI masih tertekan pada kuartal I/2026 akibat belum pulihnya operasi tambang Grasberg pascainsiden longsor.
Tercatat, produksi tembaga mencapai 95 juta pound pada kuartal I/2026, anjlok 67,90% dari 296 juta pound pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan tembaga juga merosot menjadi 82 juta pound dari sebelumnya 290 juta pound, dengan rata-rata harga penjualan tembaga naik menjadi US$5,89 per pound dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$4,34 per pound.
Penurunan serupa terjadi pada produksi emas yang turun 67,60% menjadi 92.000 ounce dari 284.000 ounce. Adapun, penjualan emas juga menurun menjadi 116.000 ounce dari kinerja kuartal I/2025 sebesar 125.000 ounce. Namun, rata-rata harga penjualan emas melonjak menjadi US$4.893 per ounce pada kuartal I/2026 dibandingkan kuartal I/2025 sebesar US$3.072 per ounce.
Tekanan volume produksi ini dipicu oleh proses pemulihan bertahap tambang Grasberg Block Cave setelah insiden longsor pada September 2025. Operasi baru mulai memasuki fase ramp-up kembali pada akhir Maret 2026, dengan kapasitas yang masih terbatas.





