Kalah Tajam dari Bek PSM Yuran Fernandes, Tekad Kuat Alex Tanque Cetak Gol dan Menangkan Laga Atas Bali United

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR — Di tengah tekanan yang terus membayangi posisi mereka di papan bawah, PSM Makassar bersiap menghadapi laga krusial melawan Bali United dengan satu tekad yang tidak bisa ditawar: meraih poin, atau menghadapi risiko semakin dekat dengan jurang degradasi.

Situasi yang dihadapi tim berjuluk Juku Eja ini memang tidak ideal. Meski baru saja meraih kemenangan penting atas Persik Kediri, ancaman masih nyata. Dengan koleksi 31 poin, mereka belum sepenuhnya aman. Selisih dengan tim di zona merah seperti Madura United masih tipis, membuat setiap pertandingan tersisa terasa seperti final.

Di tengah kondisi tersebut, sorotan tertuju pada sosok penyerang asing mereka, Alex Tanque. Sebagai ujung tombak, ekspektasi terhadapnya begitu besar. Namun, hingga saat ini, kontribusi gol yang diharapkan belum juga datang secara konsisten.

Alih-alih dirinya, justru nama-nama lain yang lebih sering mencatatkan nama di papan skor. Bahkan seorang bek seperti Yuran Fernandes mampu ikut menyumbang gol—sebuah ironi yang semakin menegaskan tumpulnya lini depan PSM dalam beberapa laga terakhir.

Meski demikian, Alex Tanque tidak menutup mata terhadap situasi ini. Ia justru menunjukkan sikap profesional dengan menegaskan kesiapan tim menghadapi laga berat di Bali.

“Ya, memang betul persiapan kami singkat dari game terakhir menuju ke game melawan Bali ini. Namun, kami sudah sempat istirahat, berlatih, dan juga melakukan perjalanan ke sini,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menggambarkan kondisi tim yang harus beradaptasi dengan jadwal padat. Tidak banyak waktu untuk melakukan evaluasi mendalam, tetapi cukup untuk menjaga kebugaran dan fokus.

Lebih jauh, pemain asal Brasil itu juga menyadari bahwa tantangan yang dihadapi bukanlah hal sederhana. Bali United dikenal sebagai salah satu tim paling agresif, terutama ketika bermain di kandang sendiri.

“Saya percaya Bali adalah tim yang bagus, namun kita memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan satu poin atau bahkan tiga poin. Untuk itu, kami harus bertarung besok dan melihat setiap pertandingan yang tersisa, terutama pertandingan ini karena seperti final,” ucapnya.

Kalimat “seperti final” bukan sekadar retorika. Dalam konteks klasemen, setiap laga memang memiliki bobot yang sangat besar. Kehilangan poin bisa berarti tergelincir ke zona degradasi—sebuah situasi yang tentu ingin dihindari oleh tim dengan sejarah besar seperti PSM.

Namun tantangan tidak berhenti di situ. Bali United bukan hanya kuat secara kolektif, tetapi juga memiliki kedalaman skuad yang mumpuni. Bahkan jika beberapa pemain inti absen, kualitas tim tidak banyak berkurang.

Alex Tanque pun menyadari hal tersebut dan memilih untuk tidak terlalu fokus pada siapa yang akan diturunkan oleh lawan.

“Saya kira tidak terlalu penting siapa yang main. Saya lebih menekankan kepada tim kita harus main dengan baik. Karena siapa pun yang akan bermain di Bali, tidak akan membuat perubahan besar atau selisih besar dalam hal kualitas, karena Bali punya tim yang bagus,” tegasnya.

Pendekatan ini menunjukkan kedewasaan dalam membaca pertandingan. Alih-alih terjebak pada analisis individu lawan, ia menekankan pentingnya performa kolektif tim sendiri—sesuatu yang sering menjadi pembeda dalam laga-laga krusial.

Dari sisi teknis, PSM juga tidak tinggal diam. Pelatih sementara Ahmad Amiruddin telah mengingatkan bahwa kekuatan utama Bali United terletak pada lini serang mereka yang eksplosif, terutama dalam laga kandang.

“Kita sama-sama tahu Bali dalam kepercayaan diri yang tinggi… Itu sinyal buat kami, secara attacking Bali punya kualitas dan itu yang harus kami antisipasi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sejalan dengan fakta di lapangan. Bali United kerap mencatatkan kemenangan besar di kandang, termasuk skor mencolok seperti 6-1 dan 4-1 dalam beberapa laga sebelumnya. Artinya, lini pertahanan PSM harus bekerja ekstra keras untuk menahan gempuran.

Namun di sisi lain, PSM juga membawa modal positif. Kemenangan atas Persik Kediri menjadi suntikan moral yang penting bagi tim. Dalam situasi penuh tekanan, kepercayaan diri bisa menjadi faktor pembeda.

“Ini yang coba kami jaga situasinya. Semoga dengan bermain maksimal, kami bisa memperbaiki posisi di klasemen,” tambah Amiruddin.

Meski begitu, ia tetap realistis. Kondisi skuad yang belum sepenuhnya ideal—akibat cedera dan kebugaran pemain—membuatnya harus memaksimalkan siapa pun yang tersedia.

“Pada prinsipnya persiapan kurang ideal, ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil besok, tapi kami tidak bisa menyampaikan. Nanti dilihat saja kalau DSP-nya sudah keluar, kalau mereka tidak ada di DSP berarti berhalangan hadir mungkin karena sakit atau cedera,” jelasnya.

Situasi ini menegaskan bahwa PSM tidak hanya bertarung melawan Bali United, tetapi juga melawan keterbatasan mereka sendiri.

Pada akhirnya, laga ini bukan sekadar tentang tiga poin. Ini tentang bertahan, tentang harga diri, dan tentang membuktikan bahwa mereka layak tetap berada di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Bagi Alex Tanque, ini adalah momen pembuktian. Bagi PSM Makassar, ini adalah ujian karakter.

Dan bagi para pendukungnya, ini adalah harapan yang masih ingin terus dijaga—setidaknya hingga peluit akhir musim benar-benar berbunyi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akhir April Makin Seru dengan Film Red Sonja hingga The President’s Cake
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Reaksi Jujur Volimania saat Pelatih Hillstate Pantau Megawati Hangestri di Final Proliga 2026: Otw Klub Juara?
• 5 menit lalutvonenews.com
thumb
TNI: Jenazah Kopral Rico Akan Diterbangkan ke Jakarta, Lalu Dibawa ke Medan
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Jisoo BLACKPINK Bayar Ratusan Juta Rupiah Demi Hapus Nama Kakaknya
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Senin 27 April 2026
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.