Yogyakarta, tvOnenews.com - Kemarahan publik memuncak menyusul terungkapnya kasus dugaan kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta.
DPRD DIY mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut, serta menjatuhkan hukuman berat kepada seluruh pihak yang terlibat.
Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menyatakan bahwa tindakan kekerasan di tempat penitipan anak, jelas melanggar hak anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.
Apalagi, daycare yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak, namun sebaliknya. Sehingga, aksi kekerasan yang terjadi di tempat penitipan anak merupakan pelanggaran serius yang tidak bisa ditolerir.
"Kita dorong perhatian yang lebih besar dicurahkan untuk menjamin anak-anak di Yogyakarta bisa tumbuh dan berkembang serta mendapatkan perlindungan yang baik," ucap Eko, Minggu (26/4/2026).
Pasalnya, dari 103 anak yang dititipkan di Daycare Little Aresha, setidaknya ada lebih dari 50 anak yang jadi korban kekerasan baik fisik maupun verbal. Jumlah tersebut dimungkinkan bisa bertambah.
Pada Sabtu (25/4/2026), Polresta Yogyakarta telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dari 30 orang yang diamankan seusai penggerebekan pada Jumat (24/4/2026) lalu.
Pasca penetapan ini, kalangan legislatif mendukung penuh aparat kepolisian memberikan hukuman yang setimpal bagi dalang hingga pelaku kekerasan anak. Menurutnya, kekerasan terhadap anak dan balita adalah kejahatan luar biasa.
"Kasus ini harus diusut tuntas. Kita desak aparat penegak hukum menghukum berat dalang dan para pelaku kejahatan dan kekerasan terhadap anak ini. Jangan ada lagi tindak kekerasan kepada anak-anak dibiarkan," tegas Eko.
Menyikapi perkembangan kasus ini, Komisi A DPRD DIY berencana menggelar rapat koordinasi dengan instansi terkait pada pekan ini.
Terpisah, Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Ihsan menyebut, belasan orang yang ditetapkan tersangka yaitu kepala yayasan, kepala sekolah hingga para pengasuhnya.
"13 tersangka langsung ditahan. Ini sebagai bentuk komitmen Polda DIY untuk melindungi anak-anak kita sebagai generasi muda yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan," ucap Ihsan.
Ditanya soal beberapa terduga pelaku yang diamankan namun belum ditetapkan tersangka, Ihsan mengungkap bahwa polisi saat ini masih terus melakukan pengembangan.




