Utusan Rusia Sebut Ancaman AS Tak Mempan bagi Iran

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Utusan Rusia, Mikhail Ulyanov, meminta Amerika Serikat (AS) meninggalkan pemerasan dan ultimatum saat bernegosiasi dengan Iran. Ia meminta AS meninggalkan cara negosiasi semacam itu.

"AS terbiasa melakukan negosiasi dari posisi yang kuat, mengancam akan menggunakan kekuatan militer atau memperketat sanksi. Jelas bahwa skema ini tidak berhasil dengan Iran," tulisnya di X dilansir Aljazeera, Senin (27/4/2026).

"Cara terbaik bagi AS dalam keadaan saat ini adalah dengan meninggalkan semua elemen posisinya yang tampak seperti pemerasan, ultimatum, dan tenggat waktu," imbuhnya.

Baca juga: Perang Iran Makin Tak Menentu Usai Utusan Trump Batal ke Pakistan

Diketahui, perang AS bersama Israel dengan Iran belum ada ujung yang pasti. Utusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump batal ke Islamabad, Pakistan, untuk perundingan damai putaran kedua dengan Iran.

Trump menegaskan batalnya rencana kunjungan utusan ke Pakistan untuk pembicaraan damai dengan Iran tidak berarti perang AS-Israel melawan republik Islam tersebut akan segera berlanjut.

Dilansir AFP, Sabtu (25/4), Gedung Putih menyatakan bahwa utusan Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, akan menuju ibu kota Pakistan untuk melakukan "pembicaraan langsung" dengan pihak Iran yang diharapkan dapat "mendorong kemajuan menuju kesepakatan".

Baca juga: Ortu Korban: Daycare Little Aresha Lebih Sadis dari Kamp Guantanamo!

Tak lama sebelum pengumuman itu, Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menyelesaikan kunjungan diplomatiknya ke Islamabad setelah bertemu dengan Panglima Militer Pakistan Asim Munir, tokoh kunci dalam upaya mediasi, serta Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Menteri Luar Negeri Ishaq Dar.

Namun, Trump mengatakan kepada Fox News bahwa ia membatalkan perjalanan tersebut.

"Kami memegang semua kendali. Mereka bisa menghubungi kami kapan saja, tetapi tidak perlu lagi melakukan penerbangan 18 jam hanya untuk duduk dan membicarakan hal yang tidak menghasilkan apa-apa," kata Trump, mengutip pernyataannya kepada timnya.

Saat ini, Menlu Iran Abbas Araghchi juga telah meninggalkan Pakistan. Dia bertolak ke Rusia untuk membahas gencatan senjata dan situasi Iran dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Baca juga: 9 Fakta Geger Penembakan di AS Bikin Trump Sampai Dievakuasi




(zap/whn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dudung Datang ke Istana di Tengah Isu Jadi KSP
• 23 detik lalukumparan.com
thumb
Purbaya Sebut RI Masuk Fase Survival Mode: Berani Main-Main, Digiling Bangsa Lain!
• 23 jam laludisway.id
thumb
Dukung Pembangunan Berkelanjutan, ASDP bersama 14 BUMN Gelar Program TJSL Tahap 2 di Wilayah 3T Raja Ampat
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Flashback ke Parisian Jazz Club Bareng Diptyque Orphéon, Kini Hadir dengan Eau de Toilette yang Lebih Fresh
• 15 menit lalubeautynesia.id
thumb
Indonesia Nomor Dua Dunia TBC, tapi Separuh Pasiennya Belum Ditemukan
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.