Ilmuwan Temukan Kandungan Vitamin Panjang Umur dalam Tempe

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Ilmuwan dari Universitas Florida dan Trinity College Dublin, telah menjawab kebingungan yang terjadi selama 30 tahun dalam dunia medis tentang kandungan "vitamin panjang umur" pada makanan fermentasi, semisal tempe.

Mengutip Food and Wine, dalam jurnalnya Proceedings of the National Academy of Sciences, ilmuwan dari Universitas Florida, menemukan gen yang disebut SLC35F2, yang menurut mereka dapat membantu mendorong pengembangan pengobatan yang menggunakan queuosine untuk mendukung memori dan pembelajaran serta untuk melawan kanker.

Queuosine ditemukan dalam makanan tertentu, dan mikrobioma usus yang juga berpengaruh dalam menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Sandra Zhang , RDN, di Frances Stern Nutrition Center di Tufts Medical Center menjelaskan, queuosine terdapat dalam makanan fermentasi seperti kefir dan tempe.

“Yang unik dari queuosine adalah senyawa ini hanya dapat diproduksi oleh bakteri,” kata Vincent P. Kelly , PhD, salah satu penulis studi dan profesor di Sekolah Biokimia dan Imunologi Trinity College Dublin.

“Semua organisme lain, termasuk manusia, ikan, jamur, dan tumbuhan, harus memperoleh queuosine dari sumber bakteri atau metabolit hasil pemecahannya, queuine,” tambah Kelly, yang sudah mempelajari tentang queuosine sejak 20 tahun lalu.

Lebih lanjut, Kelly sendiri menemukan bahwa queuosine penting bagi otak karena dibutuhkan untuk memproduksi molekul yang terlibat dalam produksi neurotransmiter, peningkat suasana hati seperti serotonin dan dopamin.

Queuosine adalah salah satu dari sekitar 50 vitamin dan mikronutrien yang dibutuhkan manusia dan digambarkan sebagai "vitamin panjang umur," kata Kelly.

Zhang pun menyimpulkan, bagi mereka yang pengin mendapatkan lebih banyak queuosine untuk mendukung kesehatan usus, maka ia menyarankan untuk perbanyak konsumsi makanan berfermentasi.

Misalnya kamu bisa memulai dengan mencampurkan kefir ke dalam smoothie di pagi hari. Kamu juga bisa mengganti saus salad dengan yogurt. Kemudian, cobalah tambahkan kimchi dalam hidangan nasi, telur, atau bahkan sandwich makan siangmu.

Nah, bagi masyarakat Indonesia bisa juga rutin mengonsumsi tempe sebagai sumber protein nabati, misalnya dengan cara ditumis atau bahkan dijadikan kudapan.

Selain itu, makanan fermentasi lainnya yang juga bisa kamu tambahkan dalam menu makanan sehat harianmu, adalah oatmeal atau sereal gandum.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fans AC Milan Kembali Cemooh Rafael Leao saat Lawan Juventus, Makin Sulit Menghalanginya Pergi
• 2 jam laluharianfajar
thumb
Viral Spanduk Bobotoh ‘Shut Up KDM’, Gubernur Jabar: Terima Kasih Sudah Diingatkan
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
BRI Finance Optimalkan Potensi Pasar Daerah melalui Pameran Otomotif di Banyuwangi
• 23 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Pasar cermati arah moneter global, IHSG diproyeksi mendatar pekan ini
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
Mauricio Souza Klaim Inkonsistensi Persis Solo Malah Jadi Ancaman Bagi Persija, Ada Apa?
• 10 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.